Pedagang Pasar Parungkuda Huni Toko Baru

PARUNGKUDA – Sebanyak kurang lebih 600 orang pedagang Pasar Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Senin (13/11), mulai meninggalkan tempat relokasi yang selama ini menjadi pasar sementara sepanjang pengerjaan proyek pembangunan menjadi pasar semi modern berlangsung sejak satu tahun terakhir.

Perpindahan ratusan pedagang tersebut sudah berlangsung sejak Jumat (10/11) lalu. Proses tersebut lebih cepat dari tenggat waktu yang diberikan pemerintah daerah yakni selama lima hari. Seluruh pedagang tersebut tercatat sebagai penghuni lama pasar sebelum dilakukannya pembangunan.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan dan UKM (Diskoperdag UKM) Kabupaten Sukabumi Asep Japar mengaku pemindahan ratusan pedagang dari tempat relokasi ke kawasan bangunan pasar baru berkonsep semi modern itu hanya diberlakukan dari tanggal 15 hingga 19 November 2017 mendatang.

Selama kurun waktu tersebut, seluruh pedagang wajib meninggalkan tempat relokasi yang hanya berjarak kurang lebih 100 meter dari bangunan pasar baru.

“Ternyata proses perpindahannya lebih cepat, hanya dalam waktu tiga hari saja hampir seluruh pedagang telah meninggalkan tempat relokasi. Mereka sudah langsung mengisi kios atau lapak yang telah dikontrak sebelum proyek pembangunan dimulai,” terang Asep kepada Radar Sukabumi, Senin (13/11).

Seperti diketahui, proyek pembangunan Pasar Parungkuda menjadi pasar semi modern ini merupakan rangkaian dari program revitalisasi pasar yang digulirkan dikoperdag UKM sejak tiga tahun terakhir. Empat pasar tradisional sebelumnya telah lebih dahulu rampung dikerjakan yakni Pasar Cicurug, Pasar Cibadak, Pasar Pelabuhanratu dan Pasar Cisaat.

Menurut Asep Japar, program revitalisasi seluruh pasar tradisional yang ada di wilayah Kabupaten Sukabumi ini menggunakan pola Build Operate And Transfer (BOT). Dengan konsep perjanjian kerjasama ini, maka seluruh biaya pembangunannya menjadi tanggungjawab pihak investor. Mereka akan mendapatkan hak pengelolaan pasar selama 25 tahun. Setelah itu seluruh pengelolaan dan aset bangunan akan menjadi milik pemerintah daerah.

“Untuk proyek pembangunan Pasar Parungkuda ini, sudah menyedot dana investasi kurang lebih sebesar Rp60 Miliar. Diharapkan dengan adanya bangunan baru serta sistem pengelolaan pasar yang baru pula, bisa mengurai tingkat kemacetan arus lalulintas di jalur Utara Sukabumi. Selebihnya menjadi pendongkrak perekonomian warga pedagang,” bebernya. (ton)

Pos terkait