P2TP2A Minta Korban Fedopil Parakansalak Melapor

  • Whatsapp
Korban Fedopil Parakansalak saat melapor ke kepolsek Parakansalak.

SUKABUMI– Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sukabumi meminta agar para korban fedopilia yang terjadi di Parakansalak melapor. Jika pelaporan telah diterima P2TP2A, para korban bakal mendapat pendampingan hukum dan psikologisnya.

Hal itu disampaikan oleh ketua P2TP2A Kabupaten Sukabumi, Yani Jatnika Marwan. Menurutnya, hingga saat ini para korban yang mendapat perlakuan tidak senonoh dari R (23), pria asal Parakansalak ini belum melapor ke P2TP2A.

Bacaan Lainnya

“Sampai saat ini memang belum ada pelaporan kepada kami, maka dari itu kami minta pihak keluarga segera melaporkannya.

Selain itu, kami pun akan segera dengan kecamatan Parakansalak,” jelasnya kepada Radar Sukabumi, Senin (19/10).

Pelayanan yang akan diberikan kepada korban, mulai dari pengaduan, pendampingan, rujukan kasus yang memerlukan penanganan medis, konseling psikologis, bantuan hukum, pemulangan dan reintegrasi.

“Seperti yang kami lakukan sebelumnya kepada para korban kekerasan terhadap anak, bantuan hukum hingga konseling psikologis,” sebutnya.

Yani menuturkan, dalam menyikapi permasalahan tersebut, perlu sinerginas antara pemerintah, swasta dan masyarakat untuk menyatakan perang terhadap predator anak. Kemudian, masyarakat juga harus proaktif tehadap kondisi lingkungan sekitarnya.

“Jika ada orang mencurigakan harus cepat diselidiki, jangan sampai kita membiarkannya. Pembiaran itu yang bisa berakibat fatal, kasus seperti ini tidak bisa dianggap sepele, harus menjadi perhatian semua pihak,” tutupnya.

Sebelumnya, Kabar menghebohkan tentang kasus Fedopilia kembali terjadi di Kabupaten Sukabumi. Tepatnya, di Parakansalak. Dua anak berusia 12 dan 13 tahun menjadi korban R, pemuda yang berprofesi sebagai buruh.

Pelaku R (23), asal Kampung Tangkil RT 2/5, Desa Lebaksari, Kecamatan Parakansalak diamankan petugas kepolisian setempat pada Sabtu (17/10). Pelaku Fedopolia ditangkap setelah dijebak oleh petugas. (upi/d)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *