“Teteh hampir saja terbawa ombak karena terjatuh saat ingin menyelamatkan sisa reruntuhan bangunan. Untung masih bisa selamat meskipun kakinya kesakitan keseleo. Kita mah gak ada tenaga cowok jadi gak ada yang bisa diselamatkan,” paparnya.
Bale dan warung yang merupakan warisan turun terumurun dari orangtuanya itu, diperkirakan mengalami kerugian hingga Rp10 juta. Kini Yustia dan kakaknya hanya bisa pasrah tidak ada lagi tempat usaha untuk mengais rezeki.
“Bingung mau gimana lagi, ini bukan keinginan kita. Kasihan teteh hidupnya hanya seorang diri punya anak sedangkan sumber penghasilannya hanya dari itu untuk membiayai anaknya yang masih kecil. Warung ini banyak kenangannya, ibu dulu mengajarkan kami bejualan bagaimana susahnya mendapatkan uang,” ungkap Yustia pilu. (cr1/d)






