“Saat mereka menghampiri, ternyata benar, sesosok pria tersebut adalah Nanang. Kami temukan korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa dengan kondisi telungkup di pinggir kolam penampungan air,” bebernya.
Sementara itu, Kapolsek Gunungguruh, Iptu Yudi Wahyudi menjelaskan, saat pihak kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi, dugaan sementara korban meninggal akibat penyakit ayan. Dugaan ini diperkuat dengan keterangan keluarga korban, bahwa Nanang memiliki penyakit ayan.
“Besar kemungkinan, saat ia hendak memperbaiki air, korban langsung pingsan hingga terjatuh dan terkapar di bekas galian tambang yang sekarang dimanfaatkan oleh warga sebagai penampungan air untuk disalurkan ke rumah penduduk,” imbuhnya.
Saat Polsek Gunungguruh melakukan olah TKP, petugas tidak menemukan bekas luka apapun disebagian kujur tubuhnya. Korban berhasil ditemukan oleh keluarganya sekira pukul 09.00 WIB. Untuk memastikan kematian korban, pihaknya sempat memberikan solusi untuk melakukan visum terhadap jasad korban. Namun keluarga korban menolaknya.
“Setelah korban dievakuasi ke rumahnya, keluarga korban langsung melakukan pemulasaran jenazah. Saat itu juga, korban langsung dikebumikan di tempat pemakaman umum,” pungkasnya. (cr13/d)



