SUKABUMI – Suara masyarakat kembali menjadi fondasi arah pembangunan daerah. Dalam rangkaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan yang digelar serentak pada 10–13 Februari 2026, ribuan aspirasi warga dari desa hingga kecamatan mengalir, menyusun harapan untuk pembangunan Kabupaten Sukabumi tahun 2027.
Musrenbang kali ini berlangsung dengan pola hybrid, memadukan pertemuan langsung dan daring. Forum tersebut menjadi ruang strategis mempertemukan aspirasi warga dengan kebijakan pemerintah daerah. Hadir dalam kegiatan ini anggota DPRD, para camat, unsur Forkopimcam, perwakilan perangkat daerah, delegasi desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan, hingga tim supervisi kabupaten.
Kepala Bapperida Kabupaten Sukabumi, Toha Wildan Athoillah, menegaskan Musrenbang Kecamatan bukan sekadar agenda tahunan. “Musrenbang ini menjadi ruang bersama untuk menyepakati prioritas pembangunan hasil penjaringan aspirasi dari desa. Semua usulan dibahas dan dirumuskan secara terbuka,” ujarnya.
Dari rangkaian musyawarah tersebut, tercatat 1.732 usulan prioritas pembangunan yang akan disampaikan kepada perangkat daerah. Usulan itu mencakup berbagai sektor strategis: pendidikan, pekerjaan umum, perumahan dan permukiman, pertanian, peternakan, perhubungan, perikanan, pemberdayaan masyarakat desa, hingga pengelolaan lingkungan hidup.
Menurut Toha, ribuan usulan tersebut mencerminkan kebutuhan riil masyarakat. Mulai dari perbaikan infrastruktur dasar, peningkatan layanan publik, penguatan sektor pertanian dan perikanan, hingga pembangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. “Aspirasi yang disampaikan benar-benar lahir dari persoalan dan harapan warga di lapangan,” jelasnya.





