KABUPATEN SUKABUMI

Musim Kemarau di Sukabumi, 13 Hektare Lahan Pertanian di Desa Kebonpedes Terlantar

×

Musim Kemarau di Sukabumi, 13 Hektare Lahan Pertanian di Desa Kebonpedes Terlantar

Sebarkan artikel ini
Pertanian Desa Kebonpedes Sukabumi
Perangkat Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, saat menunjukan lahan pertanian yang terlantar

Meski kemarau baru terjadi tiga bulan terakhir, kata Dadan, para petani di wilayah tersebut, sudah kesulitan untuk mendapatkan air guna mengairi lahan pertaniannya. Bahkan, tidak sedikit para petani yang mengalami konflik akibat berebutan air dari sungai Daerah Irigasi (DI) Cimuncang untuk mengairi lahan pertaniannya.

“Kemarau ini, kan baru tiga bulan yah. Nah, masyarakat sudah galau, kemarin juga ada benturan dari masayarakat dengan adanya kemarau ini, karena perebutan air. Sempat terjadi selisih faham dengan pengaturan airnya,” imbuhnya.

Bank bjb Tandamata

Selain menuai konflik antar petani, sambung Dadan, kekeringan ini juga telah menyebabkan kerugian materil hingga mencapai ratusan juta rupiah. “Ini kan sudah memasuki 3 bulan air itu tidak bisa mengairi lahan pertanian. Nah, kalau dari lahan 13 hektare yang terlantar itu, sekitar Rp130 juta para petani yang mengalami kerugian. Karena, lahannya tidak bisa ditanami padi atau palawija,” bebernya.

Untuk itu, ia bersama para petani berharap kepada pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi hingga pemerintah pusat, untuk lebih meningkatkan kembali bantuan-bantuan terhadap para petani, terutama bantun untuk sarana dan prasarana pertanian sebagai penunjang untuk pembangunan. Salah satunya, pembangunan saluran irigasi untuk mengairi lahan pertanian.

“Hampir semua lahan pertanian di Desa Kebonpedes ini, memanfaatkan saluran irigasi Cimuncang. Jadi, kalau saluran irigasi Cimuncang tidak maksimal, pasti dampaknya pertanian di wilayah kami akan kesulitan. Terlebih, mata pencaharian warga di Desa Kebonpedes ini, sekitar 60 persen mata pencahariannya sebagai petani,” pungkasnya. (Den)