CIRACAP — Sesosok jasad berjenis kelamin perempuan menggegerkan warga Desa Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, digegerkan dengan sesosok mayat berjenis kelamin perempuan yang ditemukan mengapung di area perairan Pantai Cikodehel, Desa Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, (22/1).
Berdasarkan informasi yang diperoleh koran ini, sesosok mayat yang belum diketahui identitasnya ini, pertama kali ditemukan oleh seorang Nelayan yang diketahui bernama Omin (42) sekira pukul 07.00 WIB.
Ketua Rukun Nelayan Ujunggenteng, Asep JK mengatakan jasad perempuan itu ditemukan oleh Nelayan Ujunggenteng, saat pulang melaut. “Waktu itu, Pak Omin bersama temannya Jaenudin, terkejut saat pulang melaut. Lantaran mereka melihat sesosok mayat tengah terapung di perairan,” jelas Asep kepada Radar Sukabumi, (22/1).
Saat mereka melihat jasad tersebut, sambung Asep, para nelayan langsung melaporkan soal penemuan mayat itu kepada ketua RW setempat. Setelah itu, warga bersama petugas kepolisian langsung mengevakuasi jasad korban.
“Warga maupun para nelayan banyak berasumsi bahwa sesosok mayat itu, merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Semasa hidupnya, warga disini banyak yang melihat perempuan itu, sering mundar-mandir dengan kondisi linglung di wilayah pantai Ujunggenteng,” paparnya.
Sementara itu, Kapolsek Ciracap, AKP Solikhin menjelaskan, setelah mendapatkan laporan dari warga soal penemuan mayat misterius itu, pihaknya bersama sejumlah anggotanya langsung meninjau lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi dan pemeriksaan beberapa saksi. “Korban ditemukan terapung di perairan Ujunggenteng dalam kondisi telungkup,” jelasnya.
Saat korban ditemukan, sambung Solikhin, perempuan yang belum diketahui identitasnya ini menggunakan kaos pendek biru garis kuning di lengan dan celana pendek hitam corak batik.
“Waktu korban ditemukan, kami tidak mendapatkan identiasnya, baik itu KTP maupun identitasnya lainnya. Iya, kalau usianya sekitar 55 tahun dengan tinggi badan 155 cm dan berat badan 40 kilogram.
Sementara ciri lainnya, ia memiliki rambut hitam pendek sebahu dan tangan sebelah kirinya menggunakan gelang plastik putih,” bebernya.
Menurut Solikhin, sesosok mayat tersebut diduga kuat merupakan ODGJ. Lantaran, saat ditemukan banyak warga yang mengenali perempuan tersebut sering berada di wilayah pantai Ujunggenteng.
“Korban meninggal dunia, diduga karena terseret ombak saat bermain air di pantai Cikodehel Ujunggenteng hingga tewas tenggelam,” ujarnya.
Saat korban dievakuasi ke Puskesmas Ciracap berasma petugas gabungan gabungan. Seperti Danpos Ramil Ciracap Peltu Ismaya, anggota Danpos Angkatan Laut Ujunggenteng, anggota Detasemen TNI AU Atang Senjaya Ujunggenteng, Satpol PP Ciracap, korban langsung dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis. “
Hasil pemeriksaan dari petugas medis, kami tidak menemukan bekas luka- luka di bagian tubuhnya. Saat ini, jasad korban sudah dimakamkan di TPU Batu Puteur, Desa Ujunggenteng. Ini dilakukan hasil dari kesepakatan Muspika Ciracap bersama warga setempat,” pungkasnya. (den/d)






