Mitigasi Bencana Alam, KPH Sukabumi Gencarkan Patroli di Curugkembar

  • Whatsapp
Danru Polhut KPH Sukabumi, Vicky Yuldan saat melaksanakan peninjauan lapangan bersama perangkat Desa Sindangraja, Kecamatan Curugkembar, di wilayah perhutani.

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Memasuki musim hujan dengan intensitas cukup tinggi, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Sukabumi, menggencarkan patroli perhutani di wilayah Kecamatan Curugkembar.

Danru Polhut KPH Sukabumi, Vicky Yuldan mengatakan, patroli ini sengaja dilakukan sebagai salah satu bentuk upaya KPH Sukabumi dalam mitigasi dan antisipasi bencana alam yang didominasi oleh curah hujan. Seperti tanah longsor, pohon tumbang dan bencana banjir.

Bacaan Lainnya

“Untuk mengantisipasi bencana alam itu, polisi hutan (Polhut) KPH Sukabumi, salah satunya dengan menggencarkan melakukan patroli,” kata Vicky kepada Radar Sukabumi, Rabu (13/01/2021).

Pada giat patroli hutan ini, sambung Vicky, petugas Polhut dari KPH Sukabumi telah melaksanakan peninjauan lapangan bersama perangkat Desa Sindangraja, Kecamatan Curugkembar. Ini dilakukan sebagai tindak lanjut surat permohonan kepala desa setempat.

“Jadi lokasi yang kita tinjau dan dilakukan patroli sekarang ini, merupakan lokasi yang telah memitigasi lokasi-lokasi rawan pohon tumbang pada akses jalan yang dilalui oleh warga di Kampung Pasir Bajing dengan jumlah penduduk kurang lebih 120 Kepala Keluarga (KK),” ujarnya.

Setelah terbit pengesahan dari tindak lanjut peninjauan lapangan, walakhir ada beberapa batang pohon yang ditebang dan dipangkas pada bagian dahan. “Ini sengaja dilakukan sebagai salah satu bentuk upaya dalam meminimalisir resiko bencana alam di musim hujan,” bebernya.

Disinggung soal kendala, dia mengatakan bahwa saat ini Polhut KPH Sukabumi telah menemukan ada pada beberapa pohon yang akan ditebang. Diantaranya rawan menimpa kabel aliran listrik. Sehingga perlu dikoordinasikan terlebih dahulub ketika pada waktunya penebangan harus ada pemadaman listrik.

“Kami lakukan untuk menghindari jatuhnya korban dan kerugian materil, akibat dampak dari penebangan ini. Harapannya untuk kelancaran bersama perlu sinergitas dengan para pihak dalam meminimalisir jatuhnya korban bencana alam,” pungkasnya. (Den/d)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *