Selain pertunjukan seni, pasar malam juga turut memeriahkan acara dengan ragam kuliner khas Sunda, produk UMKM lokal, dan permainan tradisional yang mencerminkan geliat ekonomi kreatif warga.
Puncak peringatan Milangkala akan digelar 27 Juli mendatang, menghadirkan kolaborasi budaya lintas daerah, termasuk komunitas Betawi, Dayak Sagandu, serta tiga kasepuhan besar: Gelar Alam, Cipta Mulya, dan Sinarresmi.
“Budaya Sunda sangat terbuka terhadap keberagaman. Inilah kekuatan kita sebagai bangsa,” imbuhnya penuh haru.
Abah Firman pun mengapresiasi sinergi para sesepuh adat, seniman, relawan, dan media yang telah menyukseskan Milangkala ke-7 dengan semangat kolaboratif. Ia menyebut tahun ini sebagai perayaan paling spektakuler, dengan partisipasi masyarakat yang luar biasa.(ndi/d)






