Melihat Pencipta Lagu Dangdut Negtop Asal Sukabumi

  • Whatsapp
PENCIPTA LAGU : Syam Permana pria berusia 58 tahun yang kini tinggal di Kampung Babakan Jawa, RT (42/18) Desa Sukaresmi, Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi merupakan pencipta lagu dangdut yang ngetop

Dinyanyikan Artis Ternama Tapi Tak Pernah Dapat Apa-apa

Siapa sangka, Syam Permana pria berusia 58 tahun yang kini tinggal di Kampung Babakan Jawa, RT (42/18) Desa Sukaresmi, Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi merupakan pencipta lagu dangdut yang ngetop. Namun, pria paruh bayar yang sebelumnya tinggal di ibu kota ini tidak mendapatkan apapun dari lagu yang dinyanyikan oleh artis dangdut papan atas.

Bacaan Lainnya

Laporan Lupi Pajar Hermawan, Radar Sukabumi

Pernahkan pembaca Radar Sukabumi mendengar lagu dangdut Benalu Cinta, Bagaimana Bisa yang dinyanyikan oleh Imam S. Arifin yaitu B, Bagaimana Bisa, Kau Milik Siapa yang dinyanyikan Indah Sundari, Biarlah berlalu yang dipopulerkan Mukhsin.

Rupanya, pencipta lagu yang kini berseliweran di kanal youtube dan media sosial lainya itu diciptakan oleh pria paruh baya yang kini tinggal di Kampung Babakan Jawa, RT 42/18 Desa Sukaresmi, Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi.

Pria yang memiliki enam anak ini, kini tinggal dengan kondisi sederhana di rumah peninggalan orang tua istrinya. Kondisi itu terbalik dengan para artis dangdut yang menyanyikan lagu ciptaannya. Syam Permana menceritakan awal mula dirinya menjadi pencipta lagu, mulanya ketika saat dirinya masih tinggal di Ibu Kota sekitar tahun 1980-an. Saat itu dirinya masih berusia sekitar 22 tahun.

“Saat itu masih tinggal di Jakarta, sambil mencari pekerjaan, dan mengisi waktu luang, karena suka mendengarkan lagu dangdut saya coba membuat lirik dan lagunya,” ungkapnya, Selasa (2/2/2021).

Pertama kali lagu cipataannya, dibeli Lulu Ervan seorang penyanyi dangdut. Saat itu lagu itu dihargai sebar Rp 25 ribu. Tidak lama kemudian, hasil harga karyanya mulai naik diangka Rp50 ribu per lagu, ketika dibeli soerang personil dari kelompok musik Orkes Melayu Tralala pada tahun 1985-an.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *