“Bantuan ekonomi sangat dibutuhkan agar keluarga bisa fokus merawat anaknya. Kami sudah berupaya maksimal, tapi tentu perlu dukungan yang lebih besar,” kata Nura.
Kasus Hiban menjadi potret nyata bahwa stunting masih menjadi pekerjaan rumah di Kabupaten Sukabumi. Meski angka stunting di Jawa Barat disebut menurun, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa pendampingan keluarga, dukungan gizi, dan intervensi medis harus terus diperkuat.
“Kami dari desa, puskesmas, dan kecamatan sudah turun langsung membantu. Semoga ini bisa menjadi contoh bahwa penanganan stunting harus dimulai dari akar,” pungkas Nura.(den/d)




