“Iya, karena material longsoran telah mempersempit saluran irigasi di samping pemukiman warga,” ujarnya.
Bukan hanya itu, longsor itu juga menyebabkan saluran irigasi yang berfungsi untuk mengairi lahan pesawahan warga menjadi tidak maksimal.
Karena, material longsoran menimbun saluran irigasi tersebut sepanjang 10 meter.
“Sementara, kalau untuk bahu jalan desa yang tergerus longsor ada sepanjang 10 meter, lebar dua meter dan tinggi tiga metger,” tandasnya.
Setelah mendapatkan laporan tersebut, P2BK Kecamatan Jampangtengah langsung melakukan koordinasi dengan FORKOPIMCAM, perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat.
Hal ini, sengaja dilakukan guna melakukan pendataan serta memberikan himbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada cuaca ekstrim yang dapat berpotensi bencana alam.
“Kebutuhan mendesak saat ini, adalah kawat boronjong sebanyak 36 buah untuk dipasang di lokasi longsoran,” pungkasnya. (Den)






