Lima KK transmigrasi Ke Gorontalo

  • Whatsapp
Belasan warga Kabupaten Sukabumi saat foto bersama dengan petugas Disnakertrans Kabupaten Sukabumi saat pemberangkatan Transmigrasi ke Pohowato, Provinsi Gorontalo.

SUKABUMI — Sebanyak lima Kepala Keluarga (KK) asal Kabupaten Sukabumi mengikuti program transmigrasi tahun ini. Mereka diberangkatkan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi ke Pohowato, Provinsi Gorontalo, (4/12).

Kepala Bidang (Kabid) Transmigrasi Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Elis Muslimah didampingi Kepala Seksi (Kasi) Pengerahan dan Penempatan Ternsmigrasi Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Marlina mengatakan, lima KK yang transmigrasi ini, diberangkatkan dari Kantor Disnakertrans Kabupaten Sukabumi menggunakan bus menuju Provinsi Jawa Barat.

Bacaan Lainnya

“Setelah itu, mereka akan diberangkatkan menggunakan kapal udara bersama transmigrasi lainnya se-wilayah Jawa Barat. Seperti Cianjur, Bogor, Tasikmalaya dan lainnya,” jelas Elis kepada Radar Sukabumi, k (4/12).

Lima KK dengan jumlah jiwa sebanyak 19 jiwa ini, merupakan warga dari Kecamatan Bantargadung, Cikidang, Cicurug, Cikembar dan Kecamatan Tegalbuleud. Mereka sebelum diberangkatkan, terlebih dahulu telah mengikuti berbagai tahapan penyeleksian. Seperti, tes kesehatan, kejiawaan dan lainnya.

“Selain diberikan pemahaman, mereka juga diberikan pendidikan mental. Ini perlu dilakukan agar saat mereka bekerja disana mental mereka kuat terhadap kondisi apapun,” bebernya.

Di daerah transmigrasi, sambung Elis, setiap peserta telah mendapatkan fasilitas rumah tinggal type 36 dengan pekarangan dan lahan seluas dua hektare untuk kebutuhan pertanian. Mereka disana akan bertani palawija. Seperti jagung dan lainnya.

“Selain itu transmigran akan mendapatkan jaminan hidup berupa sembako dari pemerintah selama setahun. Jadi kita sudah kerjasama dengan pemerintah Provinsi Gorontalo melalaui Kerjasama Antar Daerah (KSAD). Sehingga jaminan hidup mereka, mulai dari sarana pendidikan, kesehatan sudah di siapkan oleh pemerintah disana,” ujarnya.

Menurut Elis, transmigrasi merupakan perpindahan penduduk secara sukarela untuk meningkatkan kesejahtraan dan menetap di kawasan transmigrasi. Sementara warga yang hendak transmigrasi, harus memenuhi syarat.

Diantaranya, sehat jasmani dan rohani, berkeluarga, usia kepala keluarga mulai dari 18 tahun sampai 49 tahun, berkelakuan baik dan tidak pernah bertransmigrasi. “Transmigrasi ini, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan serta pemerataan pembangunan daerah dan memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Sehingga ekonomi dan sosial budaya mampu tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan,” timpalnya.

Sementara itu, seorang peserta yang mengikuti program transmigrasi, Pidin (49) asal warga Kampung Babakan Panjang, RT 9/3, Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud mengatakan, pihaknya bersama istri dan tiga anaknya sengaja mengikuti program transmigrasi tersebut, dengan tujuan untuk merubah nasib.

“Saya tahu program ini dari petugas Disnakertrans. Setelah itu, saya langsung daftar dan mengikuti proses persyaratannya,” katanya.

Pihaknya mengaku baru kali ini mengikuti program transmigrasi dan ia di Gorontalo akan bertani jagung.”Saya bekerja di sini sebagai burub serabutan. Mudah-mudahan dengan transmigrasi ini, dapat merubah nasib saya menjadi lebih baik lagi.

Untuk itu, saya ucapkan banyak terimakasih kepada Disnakertrans Kabupaten Sukabumi yang sudah peduli dan membantu saya untuk pemberangkatan ke Gorotalo,” pungkasnya. (den/d)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *