“Dengan SWAT, kami dapat melakukukan penanaman pohon dan konservasi sipil teknis yang tepat dan sesuai dengan kondisi lahan yang ada. Selain itu, dengan adanya piranti ini, kami juga dapat menghitung dampak dari upaya praktik pengelolaan lahan.
Seperti menghitung tingkat resapan air ke dalam tanah, pengendapan tanah hingga penggunaan kimia dari praktik pertanian,” tambahnya.
Selanjutnya, Danone-Aqua menggunakan hasil rekomendasi dari SWAT ini untuk dijadikan salah satu landasan dalam membuat program konservasi air di area tersebut.
Dari mulai penanaman 580.000 pohon, pembuatan kolam resapan air, pembangunan Pemanen Air Hujan (PAH) hingga pembuatan 40 buah sumur resapan dengan kapasitas resapan sebesar 2.200 m3 untuk setiap sumur.
“Sejak program dijalankan dan sampai saat ini, sebanyak 695 orang telah menerima manfaatnya. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan program konservasi dengan harapan dapat bermanfaat untuk pelestarian air dan lingkungan serta berguna bagi masyarakat sekitar,” tutup Karyanto. (cr15/d)



