Sewaktu proses evakuasi, sambung Teddy, datang salah seorang warga dan mengaku, bahwa jenazah yang mengambang tersebut, merupakan ayah kandungnya. “Iya, jadi waktu kami angkat jenazahnya saat proses evakuasi itu, datang anaknya dan dia mengaku itu orang tuanya, atas nama Pak Aja berusia 74 tahun. Jadi, pengakuan dari keluarganya itu, kondisi korban ini sudah pikun atau linglung,” imbuhnya.
“Jadi korban itu, warga sini, sudah lima hari hilang, karena pikun dia suka jalan-jalan kemana saja, dan tidak ketemu akhirnya ketemu sudah dalam keadaan meninggal di sungai, kami juga sudah memastikan kepada anaknya, bahwa betul itu orang tuanya,” imbuhnya.
Saat ditemukan, petugas Kepolisian tidak menemukan adanya luka apapun pada jasad korban tersebut. “Jadi, korban itu ditemukan di sungai dan sungai itu tidak besar serta airnya itu, hanya sebatas lutut,“ timpalnya.
Untuk memastikan kematian korban, pihak Kepolisian sempat menyarankan kepada pihak keluarganya untuk dilakukan atutopsi. Namun, pihak keluarganya menolak dengan alasan, bahwa kejadian tersebut murni sebagai musibah.
“Keluarganya keberatan atau menolak untuk diautopsi, karena sudah tahu bapaknya pikun, tapi karena prosedurnya seperti itu, jadi kami bawa dulu ke Rumah Sakit Sekrwangi Cibadak,” pungkasnya. (Den)






