KABUPATEN SUKABUMI

Kronologis Tragedi Siswi MTs Cikembar Gantung Diri, Korban Bullying 

×

Kronologis Tragedi Siswi MTs Cikembar Gantung Diri, Korban Bullying 

Sebarkan artikel ini
Seorang siswi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Cikembar berinisial AK (15) ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di rumahnya.
Keluarga korban bersama warga saat memakamkan jenazah siswi MTs yang ditemukan tewas gantung diri di Desa Bojong, Kecamatan Cikembar.

SUKABUMI — Warga Kampung Bojongkaler, Desa Bojong, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, digemparkan oleh peristiwa tragis pada Selasa malam (28/10/2025). Seorang siswi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Cikembar berinisial AK (15) ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di rumahnya.

Korban ditemukan tergantung di kusen pintu kamar menggunakan kain sarung sekitar pukul 23.15 WIB oleh sang nenek. Saat itu, nenek korban hendak ke kamar mandi dan terkejut melihat tubuh cucunya tergantung di pintu kamar.

Bank bjb Tandamata

“Nenek korban sempat tidak jelas melihatnya, tapi setelah didekati ternyata itu cucunya. Ia langsung berteriak meminta pertolongan,” ujar Sekretaris Desa Bojong, Dede Nuryadin, kepada _Radar Sukabumi_, Rabu (29/10).

Petugas gabungan dari kepolisian, Babinsa, dan tenaga medis segera datang ke lokasi. Evakuasi dilakukan sekitar pukul 00.30 WIB dan berjalan lancar. Korban tinggal bersama ibu dan neneknya, sementara ayahnya bekerja di luar kota, diduga di Kalimantan.

Dugaan kuat menyebutkan bahwa korban mengalami perundungan di sekolah. Hal ini diperkuat dengan temuan surat wasiat yang ditulis tangan oleh korban, berisi permohonan maaf kepada keluarga serta curahan hati terkait pengalaman buruk yang dialaminya.

“Memang ada surat wasiatnya. Tapi soal isi detailnya, saya kurang tahu karena surat itu langsung diambil oleh pihak Polsek Cikembar,” tambah Dede.

Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan telah menandatangani surat pernyataan resmi. Jenazah korban telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Bojong pada Rabu pagi.

Peristiwa ini menjadi sorotan masyarakat dan memunculkan keprihatinan mendalam terhadap isu perundungan di lingkungan sekolah. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak sekolah terkait dugaan tersebut.(den/d)