Kronologis Jurnalis Republika Liputan Jokowi, Diduga Ditendang di Pasar Parungkuda Hingga Tidak Bisa Berjalan

Jurnalis-Replubika
Sejumlah jurnalis saat memboyong jurnalis Republika, Riga Nurul Iman karena tidak bisa berjalan setelah di tendang yang diduga dilakukan Paspampres saat liputan Presiden Jokowi di Pasar Pasar Modern Parungkuda pada Jumat (04/08).

SUKABUMI – Seorang jurnalis Rebuplika, Riga Nurul Iman mengalami aksi kekerasan yang diduga dilakukan oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Joko Widodo (Jokowi) di Pasar Modern Parungkuda, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi pada Jumat (04/08).

Berdasarkan pantaun Radar Sukabumi dilokasi, sekira pukul 09.00 WIB rombongan Jokowi didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Erick Thohir dan Gubernur Jawa Barat, Mochamad Ridwan Kamil serta Wakil Bupati Sukabumi, Iyos Somantri bersama jajarannya, tiba di pintu masuk pasar Parungkuda.

Bacaan Lainnya

Setiba di lokasi pasar, orang nomor satu di Indonesia ini langsung dikerumuni warga dan para pedagang pasar. Suasana yang ramai dan saling dorong membuat pengamanan VVIP membuat barikade pengaman, tepatnya, saat Jokowi membagikan bantuan paket sembako, kaos dan bantuan modal usaha kepada para pedagang di pasar tersebut.

Aksi kekerasan terhadap seorang jurnalis Republika ini, bermula saat Riga hendak memasuki Pasar Parungkuda untuk mengambil foto dokumen untuk kebutuhan medianya, tepatnya saat Jokowi memberikan bantuan kepada para pedagang pasar.

“Tadi liputan Pak Jokowi di Pasar Modern Parungkuda, pas di tengah pasar banyak orang. Pas di brikade paspampers sama Polisi, awalnya tidak boleh masuk,” kata Riga kepada Radar Sukabumi sambil meringis kesakitan.

Namun setelah memperlihatkan Id Card, sambung Riga, ia baru diperbolehkan masuk untuk mengambil foto. “Namun saat hendak masuk kaki saya jatuh kaya di tendang pada bagian kaki sebelah kiri oleh Paspampres,” ujarnya.

Setelah itu, ia langsung terjatuh dan tidak lama setelah itu, ia dibantu oleh Paspampres lainnya untuk keluar dari Pasar Modern Parungkuda. “Kalau muka Pasmpares yang diduga nendang kaki saya itu, tidak kelihatan secara jelas mukanya. Namun, kalau ciri-cirinya ia menggunakan baju batik dan tinggi badannya sekitar 170 centimeter,” bebernya.

Setelah berada di luar Pasar Modern Parungkuda, sambung Riga, ia langsung menghubungi rekan jurnalis lainnya untuk meminta pertolongan. Karena, ia mengalami kesulitan berjalan. Tidak lama setelah itu, sejumlah jurnalis dari berbagai media berdatangan dan memboyong Riga Nurul Iman ke area Kantor Kecamatan Parungkuda yang lokasinya berdekatan dengan Pasar Modern Parungkuda.

Untuk meredakan rasa sakit dan kesulitan akan berjalan, Riga diberikan pertolongan darurat dengan dilakukan pemijitan tradisional oleh salah seorang jurnalis. Namun rasa sakit pada kakinya masih belum pulih. “Ini kaki kanan saya pada pergelangan bawahnya sangat sakit. Jadi, tolong bawa saja saya ke ke spesialis patah tulang saja yang ada di Ciaul Kota Sukabumi untuk diobati,” bebernya.

Masih ditempat yang sama, Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Koordinator Daerah (Korda) Sukabumi Raya, Apit Haeruman mengatakan, ia selaku pimpinan IJTI Korda Sukabumi Raya sangat menyayangkan dengan sikap Paspampres yang diduga melakukan kekerasan kepada jurnalis saat hendak melakukan liputan Presiden Jokowi di Pasar Modern Parungkuda.

“Saya sangat menyayangkan kejadian ini, karena jurnalis tersebut dibekali tanda pengenal dan sudah menunjukkan itu kepada aparat penjagaan VVIP. Saat ini, teman kita dibawa ke klinik bengkel tulang untuk diberikan pengobatan,” pungkasnya. (Den)

Pos terkait