Kopkar PT Muara Tunggal di Sukabumi Siap Perangi Rentenir, Pinjol Hingga Trending Ilegal

PT Muara Tunggal
General Manager PT Muara Tunggal, Sudarno Rais saat melakukan rapat bersama karyawan dan serikat pekerja untuk membagikan uang simpanan sukarela.

SUKABUMI – Aktivitas rentenir, trading illegal dan peminjaman uang online (Pinjol) yang disertai dengan bunga cukup tinggi masih kerap terjadi diwilayah Kabupaten Sukabumi.

Untuk melawan ruang gerak mereka, PT Muara Tunggal di Kecamatan Cibadak, telah meyatakan siap perang terhadap rentenir.

Bacaan Lainnya

Hal demikian, disampaikan General Manager PT Muara Tunggal, Sudarno Rais kepada Radar Sukabumi usai membagikan uang simpanan sukarela kepada ribuan anggota karyawannya jelang lebaran Idul Fitri 1443 H di aula PT Muara Tunggal, Kecamatan Cibadak pada Sabtu (17/04).

“Kami bersykur karena karyawan di PT Muara Tunggal ini, sudah membuat baligo untuk menyatakan siap memerangi rentenir, trading yang illegal dan pinjol.

Sehingga karyawan itu tidak terbujuk rayu dengan mendapatkan uang secara instan atau cepat, tetapi malah mereka dirugikan,” kata Sudarno Rais kepada Radar Sukabumi.

Selain memerangi aktivitas ruang gerak rentenir, trading illegal dan Pinjol masuk ke PT Muara Tunggal, dirinya juga mengaku sudah memberikan solusi kepada ribuan karyawannya, apabila membutuhkan uang dan membutuhkan perumahan maupun kendaraan lainnya, maka pihaknya menyarankan kepada seluruh karyawannya, agar lebih baik melalui koperasi, karena semuanya bisa dibantu dan disediakan oleh koperasi karyawan PT Muara Tunggal.

“Sebagai solusi bagi karyawan yang membutuhkan pinjaman maupun lainnya, perusahaan sudah menghadirkan Koperasi Karyawan (Kopkar) PT Muara Tunggal untuk simpan pinjam uang dan kebutuhan lainnya,” tandasnya.

Ketika disinggung menganai, alasan mendasar karyawan di PT Muara Tunggal telah menyatakan siap memerangi Pinjol dan trading illegal hingga rentenir itu, karena ia menilai agar karywaan di perusahaan yang tengah dipimpinnya tersebut tidak benar-benar terjerumus secara keuangannya.

Koperasi Muara Tunggal
General Manager PT Muara Tunggal, Sudarno Rais saat melakukan rapat bersama karyawan dan serikat pekerja untuk membagikan uang simpanan sukarela

Sebab, pinjol itu bunganya besar, kemudian yang diuntungkan juga orang lain. Selain itu, trading online ilegal, juga dinilai seperti menjual mimpi, tatapi faktanya itu hanya judi.

Kemudian rentenir juga sudah jelas bunganya lebih besar lagi dan yang diuntungkan adalah orang lain.

“Namun, kalau koperasi meskipun bunganya itu ada tetapi tidak besar seperti pinjol apalagi rentenir. Bahkan, bunganya ini akan dikembalikan ke karyawan untuk jadi SHU.

Jadi semakin diuntungkanlah anggota dari pada karyawan di perusahaan ini,” bebernya.

Pinajaman online maupun rentenir ini, dinilai dapat berdampak buruk terhap manajeman keuangan para karyawan.

Bahkan, pada beberapa waktu lalu, di perusahaan tersebut juga sempat terdapat salah satu karyawannya yang terjerumus pada aktivitas rentenir maupun pinjol.

“Iya, kalau sekarang ia sudah keluar dari perusahaan ini. Kasihan juga meraka karena harus membayar bungannya cukup besar,” paparnya.

Sebab itu, untuk menanggulangi peredaran rentenir mapun pinjol hingga trading ilegal masuk ke PT Muara Tunggal, perusahaan tersebut sudah menyediakan koperasi karyawan yang sudah berjalan hampir 14 tahun di perusahaan tersebut.

Keberadaan koperasi ini, bertujuan untuk menyadarkan semua karyawaan agar gemar menabung dalam mengelola keuangan gajinya.

“Jadi jangan sampai uang gajinya itu habis untuk kebutuhan yang sifatnya gaya hidup, tetapi untuk kebutuhan hidup keluarganya tidak tercapai,” bebernya.

Dari total jumlah karyawan PT Muara Tunggal yang menabung di koperasi tersebut hingga saat ini ada sekitar 1.378 orang. Dari jumlah tersebut baru sekitar 50 persen karyawan yang menabung.

Untuk itu, dirinya berkeinginan semua karyawan di perusahaan itu menabung. dan uangnya di kelola oleh koperasi untuk karyawan dan SHU-nya juga bisa mencapai diatas Rp1 Miliar.

“Karena tahun ini, SHU di koperasi PT Muara Tunggal ini baru mencapai Rp760 Juta,” tandasnya.

Pihaknya juga menambahkan, sebelum lebaran Idul Fitri 1443 Hijriah, Kopkar PT Muara Tunggal sudah membagikan uang simapanan sukarela bagi ribuan anggotanya. Terhitung, tabungan anggota koperasi dari 1378 karyawan yang terkumpul selama 10 bulan, tepatnya pada Juni 2021 sampai Maret 2022 ini, mencapai Rp5.396.000.000.

“Tabungan anggota atau karyawan tertingginya ada Rp59 juta dan tabungan terendahnya Rp1 juta.

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, tabungan simpanan sukarela itu, meningkat karena untuk tahun sebelumnya Rp4,7 Miliar. Namun, untuk tahun sekarang Rp5,39 Miliar. jadi peningkatannya, ada sekitar Rp1,2 Miliar,” pungkasnya. (Den)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan