Bahkan, tegas Danna, sebelum kejadian tersebut GSA sempat pergi traveling ke Malaysia dan tempat lainnya serta komunikasi dengan MPT baik-baik, hingga puncaknya bulan Desember terjadi cekcok dan GSA meminta cerai.
“Perlu diketahui bahwa beberapa kali GSA sudah meminta cerai namun selalu ditolak oleh klien kami, dan karena sudah merasa lelah akhirnya klien kami menyetujui perceraian tersebut,” tegasnya.
“Atas uraian itu maka narasi yang menyebutkan klien kami sengaja memaksa mengaborsi GSA dengan jamu adalah suatu fitnah yang keji dan didasari motif balas dendam, karena klien kami menyetujui permohonan cerai dari GSA,” tandasnya. (ndi/d)




