KABUPATEN SUKABUMI

Ketika PPN Palabuhanratu ‘Kecolongan’ Soal Hiu Paus Tutul

×

Ketika PPN Palabuhanratu ‘Kecolongan’ Soal Hiu Paus Tutul

Sebarkan artikel ini
Salah seorang warga Kecamatan Palabuhanratu saat berada di lokasi penemuan ikan hiu paus tutul di sekitar Pantai Dermaga II Palabuhanratu.

Karena ikan pemilik nama latin rhincodon typus itu masuk dalam jenis mamalia yang dilindungi, maka mereka pun langsung melaporkannya kepada petugas kepolisian air dan udara (Polairud) Polres Sukabumi. Sontak, selain polisi yang datang ke lokasi, warga sekitar pun turut menyesaki lokasi penemuan ikan tutul itu.

“Kami langsung lapor ke Pak Polisi. Beberapa saat kemudian, apa yang kami temukan ini langsung menyedot perhatian warga lain. Banyak warga berdatangan ke sini,” jelasnya.

Bank bjb Tandamata

Setelah banyak pihak berdatangan, soal kondisi ikan nahas itu pun menjadi kontroversi. Sebagian meyakini, ikan itu sudah dalam kondisi tak bernyawa. Sementara sebagian lainnya meyakini, ikan itu masih dalam keadaa hidup namun kondisinya yang lemah.

“Sehingga akhirnya kami sepakat untuk membawanya ke tengah laut untuk dilepaskan. Ternyata memang benar, ikan itu masih hidup. Buktinya ikan itu tidak mengambang dan langsung tenggelam. Sampai sekarang ikan itu tidak muncul lagi,” singkatnya.

Sementara itu, Pengawas Kelautan Perikanan Pertama Bidang Penangkapan Ikan Pelabuhanratu, Abdurrahman Robbani mengaku mengetahui kondisi ikan itu melalui video dari warga nelayan. Setelah melihat video itu, ia yakin kondisi ikan masih hidup hanya saja kondisinya lemah.

“Saya melihat dalam video, ikan itu masih terlihat hidup. Namun kondisinya lemah karena mengalami luka di bagian insangnya,” jelas Abdurrahman kepada Radar Sukabumi, pada Kamis (14/2) kemarin.

Abdurahman pun meyakini ikan hiu paus tutul itu masih hidup lantaran saat dievakuasi para nelayan dan Satuan Polisi Air Polres Sukabumi ke tengah laut, ikan itu langsung tenggelam dan mengeluarkan buih ke permukaan air.

“Kalau ikan mati biasanya pasti mengambang, tetapi ikan ini tidak. Untuk itu, saya meyakini ikan ini besar kemungkinan masih hidup. Sebab setelah dilepaskan liarkan ikan itu, petugas juga tidak menemukan bangkai ikan di tengah laut tersebut,” paparnya.

Ia pun mengaku sangat mengapresiasi kepada para nelayan dan Satuan Polisi Air Polres Sukabumi yang sudah melakukan pertolongan pertama pada ikan hiu paus tutul tersebut. “Ats respon cepat ini, kami sampaikan apresiasi kepada warga dan juga aparat kepolisian yang telah melepaskan kembali ikan nahas itu,” singkatnya. (*)