Hiu Tutul Seberat Empat Ton Terdampar di Pantai Sindangbarang

  • Whatsapp
Hiu Paus Tutul
Warga sekitar pantai saat merecah Hiu Paus Tutul berbobot empat ton yang terdampar di pantai Sindangbarang Cianjur selatan.(Foto:Istimewa)

CIANJUR  – Ikan Hiu Paus Tutul ditemukan nelayan Kecamatan Sindangbarang Cianjur selatan terdampar, Minggu (26/9) sekitar pukul 10.00 WIb. Belum diketahui pasti penyebab salah satu ikan predator laut terbesar ini hingga mati ke pinggir pantai.

Informasi dihimpun, setelah diketahui sudah tidak bernyawa di pinggir pantai, jenis ikan yang dilindungi ini langsung dipotong-potong warga beramai-ramai. Karena belum lama mati, sehingga ikan dianggap masih segar.

Bacaan Lainnya

Menurut keterangan warga sekitar, Hiu Paus dengan berbagai ukuran selalu saja ada yang terdampar dengan waktu satu tahun sekali. Terakhir terjadi pada tahun 2020 jenis ikan yang sama terdampar di pantai Ciwidig, Kecamatan Cidaun.

Kanit Intel Polsek Sindangbarang Aipda Chaerul Anwar mengatakan, pihaknya menerima laporan pada pukul 10.00 WIb, jika warga dan nelayan sekitar menemukan ikan besar tersebut.

Dari informasi itu, pihaknya kemudian tiba di lokasi terdamparnya Hiu Paus Tutul yang terdampar, sudah ditemukan telah dipotong-potong beberapa bagian tubuhnya oleh warga. “Tadi sekitar pukul 10.00 WIb, warga dan nelayan sudah memotong daging hiu paus yang mati tersebut,” ujarnya.

Bahkan dalam video amatir yang beredar, warga ada yang mengambil satu kantung keresek daging hiu paus, ada juga yang mengambil satu karung.

Iing (50) warga sekitar mengatakan, ia bersama warga lainnya ikut melihat hiu paus tutul yang terdampar tersebut. “Ditemukan terdampar tadi sekitar pukul 10.00 WIb, di pantai Cirarangan Desa Talagasari Kecamatan Sindangbarang,” katanya.

Menurutnya, banyak warga yang mengambil daging hiu paus tutul yang diperkirakan memiliki panjang 4 meter dengan bobot sekitar 2 ton. Daging hiu paus untuk dijadikan bahan makanan dan tak mengetahui jika hewan tersebut jenis yang dilindungi. “Tidak tahu kalau tidak boleh dipotong atau dilindungi, namanya juga warga jadi langsung dipotong,” pungkasnya.(byu)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *