“Jadi, kami akan menunggu palidasi data dari Bupati Sukabumi terkait jumlah kerusakan akibat gempa ini. Setelah itu, kami akan melakukan verifikasi kelapangan. Jika sudah benar datanya, maka kami akan memberikan bantuan tersebut, melalui rekening yang bersangkutan,” katanya.
Di tempat yang sama, Wakil Bupati Sukabumi, Adjo Sarjono mengatakan, pemerintah daerah merasa prihatin dengan kondisi warga Sukabumi yang menjadi korban guncangan gempa tersebut. Namun, pihaknya terkendala dengan masalah biaya untuk membantu korban bencana tersebut. Sehingga, hal ini berdampak terhadap kebutuhan masyarakat yang belum terpenuhi.
“APBD Kabupaten Sukabumi ini, hanya mencapai setengah triliun. Namun, perbelanjaannya hanya setengah triliun. Jadi, pendapatan di Kabupaten Sukabumi ini, lebih besar pasang dari pada tiang. Untuk itu, kami ucapkan banyak terimakasih kepada Kementrian Sosial yang sudah datang kelokasi bencana untuk langsung memberikan bantuan kepada warga,” imbuhnya.
Kasi Logistik Kedaruratan, BPBD Kabupaten Sukabumi, Eka Widiaman mengatakan, akibat guncangan gempa tersebut, telah mengakibatkan kerusakan rumah sebanyak 355 dengan kategori rusak berat serta rusak sedang 594 rumah dan rusak ringan sebanyak 1027 rumah.
“Di Kecamatan Pabuaran ini, hampir dari seluruh desa terdapat rumah warga yang mengalami kerusakannya. Namun dari 7 desa ini, hanya Desa Bantarsari dan Desa Cibadak yang paling banyak ditemukan kerusakan hingga bangunan rumahnya ambruk. Seperti di Kampung Cigeleudug dan Kampung Cimenyan, Desa Bantarsari ada 100 kepala keluarga (KK) telah mengungsi ke rumah saudaranya, karena rumahnya terancam ambruk,” ujarnya.



