“Warga di sini untuk memenuhi kebutuhan air bersih, terpaksa mengambil air dari sumber yang jaraknya hingga mencapai 2 kilo meter,” bebernya.
Di tempat berbeda, Kepala Desa Cisaat, Nanak Sukron memaarkan, warga seperti ayam mati di lumbung padi pada saat kemarau ini. Sebab, desanya banyak memiliki sumber air tapi warganya belum bisa menikmatinya.
“Saya ibaratkan ayam mati di lumbung padi. Sebab warga saya harus bersusah payah guna mendapatkan air bersih. Kami berharap Pemkab segera mencarikan solusi agar sumber air dapat dinikmati warga,” pungkasnya.
(cr16/d)





