SUKABUMI — Kemacetan lalu lintas di ruas Jalan Raya arteri Cicurug, Kabupaten Sukabumi, kembali menjadi sorotan publik. Meskipun Tol Bogor–Ciawi–Sukabumi (Bocimi) Seksi 2 telah resmi beroperasi, kondisi lalu lintas di jalur utama Cicurug tetap padat merayap, terutama pada jam-jam sibuk. Harapan masyarakat akan berkurangnya kepadatan kendaraan setelah tol dibuka tampaknya belum terwujud.
Sejumlah warga mengaku frustrasi karena kemacetan tak kunjung terurai. Hasan, seorang pengendara asal Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, mengeluhkan waktu tempuh yang semakin lama meski jarak yang ditempuh relatif pendek. Ia menyebut harus menghabiskan hampir dua jam hanya untuk menempuh jarak 10 kilometer. “Naha, jadi macet deui? Padahal tol sudah dibuka!” keluhnya saat ditemui pada Selasa (8/7).
Kemacetan yang terjadi hampir setiap hari ini diperparah oleh aktivitas kendaraan besar dari kawasan industri di sepanjang jalur Cicurug. Selain itu, perilaku sopir angkutan umum yang kerap berhenti sembarangan dan berputar arah tanpa memperhatikan arus lalu lintas turut memperburuk situasi. Minimnya pengawasan dan penataan lalu lintas dari pihak berwenang membuat kondisi semakin semrawut.
Kondisi ini memicu gelombang keluhan di media sosial. Banyak pengguna jalan mempertanyakan efektivitas kebijakan lalu lintas pasca beroperasinya Tol Bocimi. Mereka menilai kehadiran jalan tol belum memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran arus kendaraan di jalur arteri. “Katanya tol bisa memangkas waktu dari Jakarta ke Sukabumi jadi dua jam. Tapi kalau lewat sini, ya sama saja bohong. Macetnya malah makin jadi,” tambah Hasan.
Menariknya, di tengah keluhan para pengendara, kemacetan justru membawa dampak positif bagi sebagian pedagang kecil. Para pengasong yang biasa berjualan di tengah kemacetan mengaku omzet mereka meningkat kembali setelah sempat sepi saat tol baru dibuka. Seorang warga menyebut bahwa para pedagang sempat mencoba berjualan di sekitar exit tol Parungkuda, namun kondisi yang kurang nyaman membuat mereka kembali ke lokasi semula. “Sekarang balik lagi ke tempat biasa, alhamdulillah rame lagi,” ujarnya.






