“Saat di perjalanan pulang, kondisi teman kami itu sangat mengkhawatirkan. Kondisi saat itu sedang hujan deras dan anginnya pun cukup kencang. Bahkan tidak sedikit pohon yang tumbang. Kami merasa kelelahan,” jelas Rudi Rohaendi kepada Radar Sukabumi.
Karena kondisi demikian, tiga dari mereka akhirnya turun gunung untuk mencari pertolongan. Mereka pun berhasil sampai ke kantor Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Resor Selabintana.
Sementara lima orang lainnya, masih bertahan di gunung seraya menunggu datangnya pertolongan. “Kami tiba di kantor Resor Selabintana sekira pukul 17.30 WIB.
Namun sayang saat akan melapor dan meninta bantuan, kami tidak menemukan petugas yang berjaga,” imbuhnya.
Karena tidak ada petugas, ketiganya pun berniat untuk kembali ke gunung mendatangi kelima orang temannya yang lain. Namun saat hendak berangkat, tiba-tiba datang sejumlah anggota Volunteer Panthera dan PMI Kabupaten Sukabumi pada pukul 21.00 WIB yang sebelumnya diberitahu melalui aplikasi telekomunikasi.
“Alhamdulillah, teman sekelas di kampus berhasil meminta pertolongan kepada anggota Volunteer. Sehingga mereka datang ke sini dan mengevakuasi teman saya yang terluka,” bebernya.
Sementara itu, seorang anggota Volunteer Panthera, Ligar Sonagar mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi terkait adanya mahasiswa yang mendaki Gunung Gede itu sekitar pukul 20.30 WIB.
Ia bersama tim lainnya pun langsung menuju kantor Resor Selabintana. Saat akan berangkat ke lokasi lima mahasiswa di gunung, ujar Ligar, ia sudah melihat lima mahasiswa itu muncul dengan kondisi mengkhawatirkan.
“Alhamdulillah, kelima mahasiswa ini berhasil evakuasi mandiri dengan selamat. Ya, meskipun dua diantaranya mengalami cedera pada kakinya,” imbuhnya.
“Kami berikan tindakan medis, setelah itu mereka kami antar ke rumahnya masing-masing pada pukul 11.30 WIB,” pungkasnya. (Den/d)






