Kecamatan Parungkuda Sukabumi: Tanah yang Subur, Ragam Wisata hingga Potensi Industri

Camat Parungkuda Deden Sumpena saat melakukan penanaman pohon buah kerjasama dengan Forum Silaturahmi Dwi Sri Sukabumi, Ikatan Alumni SPMA Bogor.

PARUNGKUDA, RADAR SUKABUMI – Dihuni oleh 74.481 jiwa penduduk yang mayoritas adalah buruh tani dan buruh swasta. Itulah data kependudukan berdasarkan data 2021 di Kecamatan Parungkuda. Salah satu kecamatan yang berada di wilayah Utara Kabupaten Sukabumi. Yang memiliki banyak potensi, mulai dari industri hingga wisata.

“Kecamatan Parungkuda punya banyak potensi yang luar biasa,” kata Camat Parungkuda Deden Sumpena kepada Radar Sukabumi, Senin (14/2).

Bacaan Lainnya

Secara kewilyahan, Kecamatan Parungkuda memiliki delapan desa. Mulai dari Parungkuda, Bojongkokosan, Sundawenang, Langensari, Babakanjaya, Palasarihilir, Pondokkasolandeuh, dan Desa Kompa.

Deden mengungkapkan, sektor pertanian yang dimiliki Parungkuda sangat potensial. Ini didukung dengan kondisi iklim tropis basah. Tercatat di Parungkuda memiliki curah hujan 2.962 mm per tahun dengan rata-rata hari hujan yaitu 115 hari hujan. Ini menjadikan tanah Parungkuda subur dan cocok untuk perkebunan, termasuk wisata perkebunan.

“Potensi yang ada di Parungkuda itu banyak. Ada lahan perkebunan dan program di Desa Palasarihilir. Di sana wisatawan bisa masuk dan melihat berbagai jenis tanaman buah, mulai durian, cempedak, duku, dan rambutan,” beber Deden.

Wisata Tangga Seribu yang terletak di Kampung Warungceri, RT 14/06 Desa Pondokasolandeuh, Kecamatan Parungkuda.

Selain itu, lanjut Deden, Parungkuda juga memiliki objek wisata Tangga Seribu. Lokasinya berada di Kampung Warungceri RT 14/06, Desa Pondokasolandeuh. Wisata ini akan dikembangkan lagi ke depannya.

Pos terkait