Kasus Dua Marinir Gadungan Ditangani Polres, Ini Pasal yang Menjeratnya

  • Whatsapp
DIAMANKAN : Salah satu Anggota TNI Gadungan saat diamankan Polres Sukabumi

SUKABUMI — Kasus dua orang yang mengaku Marinir gadungan yang telah dicokok petugas gabungan di Pos TNI AL Palabuhanratu, terus berlanjut. Dua orang pria yang mencoreng nama kesatuan TNI dari AL itu, perkaranya tengah ditangani oleh Polres Sukabumi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, dua pria yang mengaku TNI gadungan itu, telah diamankan petugas gabungan dari TNI di tempat yang berbeda. Diantaranya Sarif (39) asaal warga Jalan Kalibaru Barat IV Nomor 5 ,RT (10/012) Kalibaru, Jakarta Utara itu, telah diamankan di Kampung Cisitu, RT 03/04, Desa/Kecamatan Ciemas pada Kamis (31/12/2020).

Bacaan Lainnya

Sementara, Randi Yovana ( 21) telah dicokok di kediamannya di Kampung Babakan RT 09 RW 04 Desa/Kecamatan Kabandungan pada Minggu (03/02/2021) lalu. “Kedua pria ini, sekarang sedang mendekam di ruang tahanan Mapolres Sukabumi, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” kata Kapolres Sukabumi AKBP M Lukman Syarif kepada Radar Sukabumi, Rabu (06/01/2021).

Lebih lanjut ia menjelaskan, dua orang tersebut statusnya kini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian. Kedua pelaku tersebut telah dijerat pasal pidana yang berbeda. Yakni, Sarif dijerat pasal 266 KUHP tentang memberikan keterangan palsu di akta otentik dan Randi dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan.

“Kasus Sarif dijerat dengan pasal keterangan palsu di akta otentik, karena diketahui dalam surat pernikahannya dengan seorang janda di Kecamatan Ciemas mengaku bekerja sebagai Marinir. Sementara untuk Randi, dijerat pasal tentang penipuan karena menipu dua orang gadis dan mengambil keuntungan dengan nilai kerugian sebesar Rp15 juta. Saat ini kita sedang penyidikan, untuk ancaman hukuman sekitar tujuh tahun kurungan penjara,” paparnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam waktu sepekan ini, Pos TNI Angkatan Laut (AL) Palabuhanratu, behasil menciduk dua marinir gabungan. “Jadi, Randi itu, sering berselfi degan mengenakan pakaian seragam TNI dan di upload di medsos. Selaib itu, kepada teman- temanya ia selalu mengaku bahwa dirinya seorang perwira TNI berpangkat Kolonel Marinir,” jelas Danposal Palabuhanratu Peltu Ayi Jalaludin kepada Radar Sukabumi.

Selain menciduk pelaku, tim gabungan juga mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya, baju PDL loreng TNI, celana loreng TNI, sabuk marinir, kaos loreng marinir, KTP atas nama Randi Yovana, satu buah kalung perak, satu buah cincin alumunium dan uang Rp30.000. “Motivasi saudaea Randi Yovana mengenakan pakaian seragam TNI dan berpangkat Kolonel ini, memiki tujuan selain ingin merasa gagah dan terlihat ganteng, juga ingin banyak pacar serta mendapatkan uang dari perempuan yang dikenalinya,” bebernya.

Sementara pelaku marinir gadungan yang diciduk di wilayah Kecamatan Ciemas, memiliki tujuan untuk mengincar janda kaya untuk dinikahi dan memperkaya diri sendiri. “Pelaku TNI gadungan yang bernama Sarif mengaku kepada kita sudah menjadi TNI gadungan sejak 2016 lalu. Jadi ia, sering mengakungaku anggota TNI kepada kaum peremuan untuk mempermudah aksinya mengicar janda,” ujarnya.

Sewaktu petugas mengamankan pelaku, tim gabungan juga menyita beberapa barang buki. Seperti berupa beragam jenis seragam atau pakaian anggota marinir, kaos dan loreng, satu bilah pisau sangkur, dan sepucuk pistol airgun. “Selain itu, petugas juga mengamankan buku nikah Sarif dan isterinya yang bernama Siti Maemunah yang baru ia nikahi pada 7 November 2020 lalu,” paparnya.

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *