Kedepan, Dr. Samian menegaskan akan meningkatkan upaya pencegahan dengan patroli dan pemantauan di jam-jam rawan di sekitar sekolah. Melalui sinergi antara pihak kepolisian, sekolah, dan masyarakat, diharapkan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
“Anak-anak adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga mereka agar tidak menjadi korban atau pelaku kekerasan. Orang tua, guru, dan seluruh lapisan masyarakat harus aktif dalam menjaga dan membimbing anak-anak kita,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, kasus kenakalan remaja kembali terjadi, seorang pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat, dikabarkan tewas setelah diduga dikeroyok puluhan pelajar Mts di Kampung Cicewol, RT 02/RW 01, Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (28/08) sore.
Korban yang diketahui berinisial GP (15) asal warga Kampung Cicewol, Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi ini, telah dikeroyok puluhan pelajar saat korban hendak pulang dari sekolahnya sekitar pukul 14.30 WIB.
Kasi Kesiswaan Managamen SMP pada Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Devi Indra Kusumah mengatakan, pihaknya membenarkan terkait peristiwa pengeroyokan yang menyebabkan seorang pelajar kelas IX SMP di wilayah Kecamatan Cicurug, meninggal dunia, dimana kejadiannya, sepulang sekolah bersama teman-temannya secara bergerombol dengan jalan kaki. Tiba-tiba, ada puluhan pelajar dari sekolah MTs. (Ndi).






