Kapolres Budidayakan Sorgum di Pesantren Yaspida

  • Whatsapp
KETAHANAN PANGAN : Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sumarni didampingi Ibu Bupati Yani Marwan saat memberikan benih Sorgum kepada Pimpinan ponpes Salafiyah Terpadu Darussyifa Al-Fithroh Pergruan Islam Yaspida Sukabumi Dr. KH. E. Supriatna Mubarok, MSc., M.M secara simbolis, Senin (15/03)

KADUDAMPIT — Setelah sebelumnya Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sumarni ikut memanen sorgum di Kampung Selakaso, Kelurahan Sindang Palay, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi beberapa waktu lalu. Kini tanaman yang pohonya menyerupai jagung tersebut mulai menyasar pesantren. Adalah Pondok Pesantren Salafiyah Terpadu Darussyifa Al-Fithroh Pergruan Islam Yaspida Sukabumi yang dijadikan Pilot Project (percontohan red) untuk budidaya dan pengembangan Sorgum di Pesantren.

“Kami bersama jajaran polres Sukabumi Kota dengan menggandeng Pondok Pesantren Yaspida, ingin mengembangkan tanaman ini ke Pesantren-pesantren, jadi nantinya kami berharap bisa dijadikan zona ketahanan pangan dan kedepan bisa ditingkatkan untuk kebutuhan masyarakat lebih luas lagi dan bahkan bisa di Ekspor ke luar negeri, “jelas AKBP Sumarni kepada Radar Sukabumi, Senin (15/06).

Bacaan Lainnya

Bak gayung bersambut, ketika berkomunikasi dengan pimpinan ponpes Salafiyah Terpadu Darussyifa Al-Fithroh Pergruan Islam Yaspida mendapatkan respon baik dan mendukung dengan program tersebut. “Ya kebetulan, pimpinan ponpes mendukung sekali program ini dan sangat antusias sekali. Ya meski wilayahnya ada di Kabupaten Sukabumi, tetapi ini masuk ke wilayah hukun Polres Sukabumi, “terangnya.

Menurut Kapolres perempuan pertama di Sukabumi ini , tanaman sorgum sengaja ditanam di pesantren sebagai langkah meningkatkan ketahanan pangan di zona ketahanan pangan di Pesantren. Diketahui, sorgum merupakan tanaman alternatif yang bisa menggantikan padi, gandum jagung dan sebagainya.
“Sorgum ini kan berasal dari jawa barat, tetapi tidak terlalu dikenal masyarakat padahal tanaman ini baik untuk dikumsumsi untuk kesehatan, semoga tanaman ini bisa terus dikembangkan dan diolah menjadi makanan lain seperti menjadi kripik, abon dan siruf dan olahannya lainnya, “tandas Kapolres ke 19 tersebut.

Sementara itu, Pimpinan ponpes Salafiyah Terpadu Darussyifa Al-Fithroh Pergruan Islam Yaspida Sukabumi Dr. KH. E. Supriatna Mubarok, MSc., M.M menambahkan bahwa kegiatan kegiatan penananam sorgum di zona ketahanan pangan pesantren ini adalah inisiasi yang digagas Kapolres Sukabumi Kota, menurutnya sebagai tanaman yang masih asing didengar masyarakat banyak khususnya dilingkungan santri, berharap bisa menjadikan sinergitas antara ponpes dengan pihak kepolisian dibidang pertanian.

“Semoga terjadi sinergi antara ponpes dengan kepolisian dalam membangun ketahanan pangan khususnya di pesantren, “terangnya.
Dengan adanya program seperti ini, minimal pesantren bisa mandiri tidak tergantung kepada komoditi yang ada. Dan ini merupakan langkah untuk menciptakan inovasi pertanian sebagai penyeimbang tanamana utama lainnya seperti beras, jagung dan lainnya.

“Rencana untuk pilot projek awal, kami sediakan sekitar 2 hektar lebih untuk pengembangan tanaman ini, dan ini juga kedepan berkewajiban utuk disosialisasikan ke pesantren lain agar bisa sama-sama melakukan ketahanan secara mandiri, artinya pesantren tidak bergantung kepada komoditi yang ada, “tegasnya. (bam/t)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *