“Cuaca di pantai selatan Sukabumi saat ini sangat tidak menentu. Kami sudah sering mengimbau agar nelayan menunda melaut jika kondisi cuaca ekstrem,” tegasnya.
Sementara itu, Danpos TNI AL Ujunggenteng, Letda Laut (P) Andri Kurniawan, menambahkan, proses evakuasi kapal berlangsung hingga pukul 15.00 WIB dan berhasil ditarik ke pantai oleh para nelayan setempat.
“Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun kerugian material cukup signifikan karena seluruh hasil tangkapan ikut hilang bersama alat penangkap ikan,” timpalnya.
Lebih lanjut Letda Laut (P) Andri Kurniawan menerangkan berdasarkan keterangan saksi mata Deri (35) dan Mulyadi (30), keduanya nelayan asal Kampung Muara, peristiwa itu terjadi sangat cepat dan nyaris tidak bisa diantisipasi.
“Kami dari pihak TNI AL dan Satpolairud meminta nelayan lebih disiplin dalam memperhatikan informasi cuaca demi keselamatan saat melaut,” tandasnya. (ndi/d).






