SUKABUMI — Laut selatan Sukabumi kembali memakan korban. Seorang nelayan asal Kampung Sukatani, Desa Sukatani, Kecamatan Surade, dilaporkan hilang setelah terseret ombak besar saat memasang jaring perangkap udang lobster di perairan Cicaladi, Selasa (21/10/2025) siang.
Korban bernama Ahmad Sugandi (38), buruh harian lepas yang menggantungkan hidup dari hasil laut. Hingga Selasa malam, upaya pencarian oleh tim SAR gabungan belum membuahkan hasil.
Ketua Forum Komunikasi SAR Daerah (Sarda) Kabupaten Sukabumi, Okih Pazri Assidik, menjelaskan bahwa insiden terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu, korban bersama dua rekannya, Agus (47) dan Hadrom (41), tengah memasang jaring menggunakan alat bantu ban dalam mobil.
“Menurut saksi, korban tiba-tiba dihantam gelombang tinggi dan langsung terseret arus. Rekan-rekannya sempat mencoba menolong, tapi arus sangat kuat,” ujar Okih.
Nelayan sekitar sempat melakukan pencarian dengan perahu sederhana, namun belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Laporan kemudian diteruskan ke aparat desa dan tim SAR gabungan.
Cuaca di perairan selatan Sukabumi dikenal cepat berubah, dengan ombak yang bisa meninggi dalam hitungan menit. Kawasan Cicaladi termasuk wilayah berarus kuat yang kerap menyulitkan pencarian.
“Tim SAR gabungan bersama nelayan setempat terus melakukan penyisiran. Namun, ombak tinggi menjadi kendala utama,” tambah Okih.
Selain pencarian, tim SAR juga mengimbau masyarakat dan nelayan agar lebih memperhatikan keselamatan saat melaut. Penggunaan pelampung dan alat keselamatan lainnya dinilai sangat penting, terutama saat cuaca tidak bersahabat.
“Keselamatan harus jadi prioritas. Kami minta nelayan selalu waspada terhadap perubahan cuaca dan kondisi gelombang,” tegasnya.
Pencarian akan terus dilakukan hingga korban ditemukan. Tim gabungan terdiri dari unsur Sarda, Basarnas, Polairud, TNI, dan relawan setempat.(ndi/d)






