Pihaknya juga memastikan, bahwa perbaikan jalan di lokasi bencana alam tersebut, akan mulai dikerjakan besok hari pada Sabtu (30/11). “Hari ini alat-alat untuk perbaikan jalan tersebut, tengah mobilisasi ke lokasi di lapangan, sehingga perbaikan jalan sudah bisa dilakukan besok,” ujarnya.
Untuk sistem perbaikan jalan, kata Bambang, rencananya dilokasi jalan yang menggantung tersebut, akan menggunakan sistem perbaikan berupa hotmix. Ini sengaja dilakukan, mengingat kontruksi tanah di wilayah tersebut, sangat labil dan rawan bencana alam.
“Sistem perbaikan akan digunakan menggunakan hotmix, itu sengaja dilakukan karena jika perbaikan menggunakan betonisasi, maka dikhawatirkan terjadi amblasan lagi di kemdudian hari. Jadi, kalau pakai beton takut badan jalannya menggantung seperti sekarang ini, meski dilakukan penanganan di lereng bagian bawahnya,” paparnya.
Untuk memaksimalkan pekerjaan perbaikan jalan tersebut, pihaknya mengimbau kepada seluruh pengguna jalan, khususnya di Jalan Baros – Sagaranten, diharap berhati-hati. Lantaran, di musim hujan dengan intensitas yang tinggi, khususnya di wilayah tersebut, rawan terjadinya bencana alam. Diantaranya, bencana longsoran.
“Iya, mohon maaf di Kilometer 112 – 200, tengah terjadi bencana dan mulai besok akan dimulai penanganan perbaikan badan jalan. Sehingga, terkhusus di area 112-200 itu hanya satu jalur, dan mudah-mudahan dalam tempo 2 minggu bisa diselesaikan,” pungkasnya. (Den)






