Selain menginisiasi memfasilitasi terbentuknya RBK, SEGS juga memberikan bantuan berupa Komputer dan printer sebagai salah satu bentuk kontribusi sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility) untuk menunjang operasional RBK.
Berbagai pemangku kepemtingan kepentingan hadir pula dalam kegiatan tersebut, seperti perwakilan dari SEGS, Camat Kabandungan, Riny Zuraidah Zakhron, Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Bogor, Budi Suhardi, dan Kepala Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sukabumi, Dudung Abdullah.
Sementara Kepala Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sukabumi, Dudung Abdullah dalam kesempatan tersebut mengapresiasi terhadap terbentuknya Relawan Bencana Kabandungan (RBK).
Menurut dia, karena berada di kawasan rentan bencana, masyarakat harus peduli terhadap potensi bencana dan tahu cara meminimalisasi dampak bencana. Ada tiga tahapan yang dilakukan untuk meminimalisasi dampak bencana, yaitu pra bencana, saat bencana, dan pascabencana.
“Masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah harus bersama-sama guna mengurangi dampak risiko bencana,” ujar Dudung kata saat memberikan materi tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Pengurangan risiko bencana juga harus melibatkan dunia pendidikan lewat melalui sosialisasi dan pelatihan dalam rangka pengembangan kapasitas masyarakat ketika menghadapi bencana.
Dalam menghadapi bencana, masyarakat harus mengenal jenis-jenis bencana, lingkungan tempat tinggal mereka, dan membuat rencana mitigasi bencana. Setelah itu, mereka harus mempu mengambil solusi atas potensi bencana yang terjadi dan membuat sistem aistemnperingatan dini yang disepakati bersama.





