Kabandungan Punya Air Terjun dan Perkebunan Teh, Ini Buktinya

  • Whatsapp
WISATA: Potret keindahan curug central jayanegara, dan perkebebunan teh jaya mekar yang berada di Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi

KABANDUNGAN — Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, ternyata memiliki Sumber Daya Alam (SDM) dan objek wisata yang berpotensi untuk mendongkrak perekonomian warga sekitar, terlebih ditengah pandemi covid-19. Selain dikenal dengan objek wisatanya yakni curug central jayanegara, dan perkebebunan teh jaya mekar, kecamatan yang berada di utara Kabupaten Sukabumi ini pun memiliki segudang wilayah pertanian hingga pengolahan kopi yang penjualannya bisa sampai ke mancanegara.

Camat Kabandangan, H.Nanang Sukandi mengatakan, saat ini keberadan curug central jayanegera berpontensi, mendongkrak perekonomian warga sekitar, apalagi ditengah penyebaran covid-19. Pasalnya, curug yang berada di kaki gunung salak ini selalu ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun domestik.

Bacaan Lainnya

“Dengan adanya destinasi wisata curug itu, masyarakat bisa terbantu, karena disamping merawat curug itu mereka sambil berjualan makan ringan di tempat tersebut, bahkan saat ini yang datang ke tempat itu selalu banyak, karena kita selalu menjaga kelestarian curug jaya negara,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (29/12)

Namun saat ini, curug tersebut masih terkendala teknis pengelolaannya. Pasalnya, hingga saat ini masih dikelola oleh masyarakat sekitar tanpa campur tangan pemerintah daerah, bahkan kata dia akses jalan ke tempat wisata itu masih milik perkebunan jaya negara, jadi sampai saat ini masih terhalang oleh perijinan akses wisata.

“Rencananya kita dari tingkat Kecamatan dan Desa mengajukan hak guna curug itu bersama-sama. karena jika sudah dapat izin akan nambah kompensensi dan menamabah pendapatan di daerah tersebut,” jelasnya.

Selain curug lanjut dia, Kecamatan Kabandungan memiliki perkebunan teh yang luasnya mencapai ratusan haktare dan lokasinya berada di Desa Jayanegara, tepatnya didekat curug central jaya mekar. “Perkebunan teh lokasinya itu sebelum masuk curug jaya negara, jadi wisatawam sebelum ke curug disuguhkan terlebih dahulu oleh view perkebunan teh,” ujarnya.

Selain tempat wisata Kecamatan ini pun ternyata memiliki segudang perkembunan kopi, salah satunya berada di Desa Cipetey dan Desa Cihamerang, di dua desa itu terdapat ratusan hektare perkebunan kopi. Selain itu lanjut dia masyarakat disekitar itu pun tak hanya menanam hingga memanen saja tetapi mereka, sampai membuat produk kopi lokal yang diberi nama Kopi Absolute, yang penjualannya saat ini sudah sampai timur tengah.

“Kopi itu dari mulai pemetikan hingga penggilingan pengemasan produk ada disana. Namun kendalanya inovasi nya mulai bagus tinggal kita yang dorong, sebetulnya Kecamatan kita sudah maksimal, tapi percuma juga kalo tidak ada dorongan dari Pemda maupun Provinsi,” ujarnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *