Jelang HCS, Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi Siapkan Sarana dan Prasarana Untuk City Tour Peserta

Kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi
Kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi jalan komplek perkantoran jajaway kelurahan/ kecamatan Palabuhanratu, kabupaten Sukabumi.

PALABUHANRATU – Jelang gelaran HCS (Healthy Cities Summit) 2024 yang akan dilakasanakan akhir Juli ini, jajaran dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi pastikan fasilitas untuk city tour siap dikunjungi para peserta.

Hal itu diungkapkan Ujang Soleh Suryaman Kabid SDM dan Ekraf pada Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, dimana sebagai penanggung jawab terkait dengan pemeriksaan bidang untuk City Tour Tour telah menyiapkan tiga lokasi yang akan dikunjungi para peserta, yakni star energi, rumah sakit sekarwangi dan objek wisata di Situ Gunung.

Bacaan Lainnya

Pihak jajaran dinas Pariwisata, sejauh ini telah melakukan kordinasi dengan rumah sakit Sekarwangi, start energi, dan juga pengelola objek wisata situ gunung, hal itu dilakukan karena menang sudah menjadi tugas pokok dan fungsinya.

“Kita sudah melakukan beberapa hal kaitan dengan itu, bagaiamana kota melibatkan semua stakeholder yang ada di objek wisata, termasuk tempat tempat lain,” ungkap Ujang Soleh.

Tidak hanya dengan pengelola tiga lokasi yang akan dikunjungi para peserta, kata Ujanh Soleh, pihaknya juga telah melakukan kordinasi dengan semua destinasi wisata yang ada di kabupaten Sukabumi secara keseluruhan, termasuk wisata pantai.

“Peran kita lakukan nanti maksimal, kaitan itu kita juga mengundang kecamatan, desa, pemilik warung, bahkan belum lama ini kita sudah melakulan kegiatan, pada ajang kegiatan cofe morning, apa yang akan dilakukan nanti,” jelasnya.

“Kita libatkan peran masyarakat berkolaborasi dengan dinas pariwisata intinya semua harus mendukung termasuk kita sudah melakukan mengundang semua pemilik destinasi wisata baik yang dikelola pemerintah, swasta maupun perorangan,” imbuhnya.

Adapun upaya yang dilakukan masyarakat nantinya oleh masing masing yang ada di lokasi destinasi wisata Ujang Soleh menerangkan bagaimana terkait dengan kebersihan, sanitasi dan sebagainya karena hal itu merupakan salah satu bentuk kesiapan kabupaten Sukabumi menyambut para peserta dari HCS 2024.

“Kalau saja nanti para pengunjung datang melihat tempat wisata dalam kondisi tidak terawat, kotor tidak bersih pengelola tidak mengerti bagaimana, makannya kami siapkan upaya upaya yang harus dilakukan, itu sudah menjadi kewajiban kami,” terangnya.

“Panitia sudah melakukan komunikasi dengan mereka, apa yamg harus dilakukan para pengelola itu, kebersihan dan sebagainya. Itu sebagai upaya kami pada saat tamu datang ke tempat wisata, kelihatan resik, bersih, sesuai dengan apa yang sudah diperolah dalam penghargaan kabupaten kota sehat, yaitu memenuhi syarat,” sambung Ujang Soleh.

Ujang Soleh berharap, tempat tempat ataupun destinasi wisata yang ada di kabupaten Sukabumi dalam HCS 2024 khususnya masuk dalam lokasi City Tour nantinya bisa menunjukan masuk pariwisata sehat, dari sisi lingkungannya, pengelolaannya, dari K3 nya untuk upaya upaya jika ada kasus kecelakaan ditempat wisata.

“Kita sudah ada link dengan rumah sakit, atau puskesmas atau dengan tempat wisata lainnya, itu kita gali disana, agar bila ada kecelakaan, ada masyarakat yang sedang berwisata sakit, kita sudah punya linknya, termasuk dari sarananya, tempat sampahnya, air bersihnya,” paparnya.

“Kemarin kita 40 tempat wisata diundang, kita fokuskan diwilayah selatan di wilayah Palabuhanratu, kemudian utara, untuk sasaran City Tour, mudah mudahan ini bisa menular ke tempat wisata lainnya, kita upayakan semua tempat wisata memiliki pengetahuan, kemampuan keterampilan dan sebagainya dari posisi pariwisata sehat,” tandasnya. (Ndi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *