“Sosialisasi sudah bagus, tapi infrastruktur harus siap. Kita tidak berharap bencana datang, tapi harus siap menghadapinya,” katanya.
Junajah berharap pembangunan jalur strategis ini benar-benar masuk dalam prioritas 2026 dan tidak lagi menjadi sekadar rencana di atas kertas. Ia mendorong sinergi antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat, termasuk dalam pembangunan jembatan dan koneksi ke jalan nasional.
“Saya mendukung seribu persen. Selain untuk evakuasi, jalur ini akan menggerakkan ekonomi masyarakat, terutama sektor pariwisata,” pungkasnya.(ndi/d)




