Saat ini, pihak PUPR dan BPJT tengah melakukan perancangan untuk memperbaiki ruas jalan tol yang rusak akibat longsor tersebut. Pada rancangan ini, terdapat beberapa opsi. Diantaranya, pembangunan jembatan.
“Kalau jembatan lumayan mahal biayanya. Iya, itu permeternya bisa sampai miliaran kalau nggak salah. Nah, mereka ini sekarang sedang menghitung dan melakukan kajian mendalam lagi. Tapi, kayanya besar kemungkinan dibangun jembatan, karena di bawahnya ada mata air. Tapi, kakau kontruksi kita tidak ikut, artinya kita dalam rangka ketika mereka membutuhkan tanah kita fasilitasi,” bebernya.
Sewaktu dirinya melakukan peninjauan bersama PUPR dan Staf Kepresidenan, di lokasi jalan tol yang longsor ini, membutuhkan kembali perluasan lahan sekitar 2.000 sampai 3.000 meter persegi.
“Iya, karena memang di bawahnya sudah dibebaskan, hanya dia butuh ruang lagi dan ini sedang dihitung. Tunggu penghitungan dari mereka karena itu ranahnya BUJT,” tandasnya.
Ketika disinggung target pelaksanaan perbaikan jalan tol tersebut, Enang tidak bisa menjawab. Lantaran, hal tersebut bukan kewenangan dari institusinya.
“Tapi, kalau dari Staf Kepresidenan, mintanya secepat mungkin jalan tol itu, bisa digunakan. Tapi, ya kembalo lahi ke PUPR. Kalau sekarang kan jalan tol masih ditutup untuk umum,” pungkasnya. (Den)






