“Kami tetapkan ruas tersebut sebagai prioritas utama untuk ditangani secara menyeluruh tahun depan,” tegasnya.
Meski begitu, Uus mengakui keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama dalam percepatan perbaikan jalan. Dari total 1.424,36 kilometer jalan kabupaten, sebanyak 507,48 kilometer berada dalam kondisi rusak berat dan membutuhkan penanganan segera.
“Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Karena itu, sinergi antara pemerintah, desa, dan masyarakat sangat penting untuk menjaga infrastruktur bersama,” pungkasnya.(ndi/d)






