Pasalnya, mereka kebanyakan tidak mengetahui letak lubang lantaran tertutup genangan air hujan dan lumpur. “Selain dapat membahayakan para pengguna jalan yang melintas. Kondisi jalan rusak ini juga, menghambat laju pertumbuhan ekonomi warga di sini,” imbuhnya.
Menurut Oled, jalan rusak tersebut diduga dipengaruhi oleh berbagai faktor. Diantaranya ialah tidak adanya pemeliharaan drainase untuk lintasan air hujan. “Seperti pada dua pekan terakhir, setelah hujan deras, lumpur dari tebing langsung menutup badan jalan. Terlebih lagi, gorong-gorong jalan di Puncak Sawo ini, ukurannya sangat kecil. Sehingga saat hujan deras luapan air beserta lumpur langsung menutupi badan jalan,” tuturnya.
Sekertaris Desa Padabeunghar, Edward mengatakan, jalan rusak yang dipersoalkan warga Desa Padabeunghar itu sudah ditangani oleh pemerintah desa. “Kami sudah melakukan pemeliharaan drainase dan gorong-gorong yang menyebabkan luapan air hujan dan lumpur menutupi jalan itu,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi jalan rusak yang berada di bawah pengawasan pemerintah Desa Padabunghar ini, rencananya akan di perbaiki pada akhir 2018. “Namun, perbaikan jalan ini harus melalui Musrenbang. Mudah-mudahan pada 2019 nanti, kondisi jalan ini sudah baik,” pungkasnya.
(cr13/d)





