Jalan Cirenghas Ancam Pengguna Jalan

  • Whatsapp
Sejumlah pemuda saat mengatur arus lalu lintas di lokasi jalan amblas, tepatnya di Kampung Cilangla, Desa/Kecamatan Cireunghas.

CIREUNGHAS – Jalan Raya Cirenghas – Gegerbitung, kondisinya semakin memprihatinkan. Pasalnya, jalan yang berada di bawah pengawasan pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi ini, tepatnya di Kampung Cilangla, Desa Cireunghas, Kecamatan Cireunghas, amblas.

Akibat insiden ini, warga setempat dan juga pengendara lainnya harus ekstra hati-hati bila melintasi jalan ini. Sebab, dengan adanya sebagian bahu jalan yang amblas, membuat jalur ini rawan terjadi kecelakaan.

Bacaan Lainnya

Seorang warga Kampung Cilangla, RT 5/3, Desa Cireunghas, Kecamatan Cirenghas, Endang Juarsa (35) mengatakan, jalan yang menghubungkan dua kecamatan ini, amblas pada enam bulan yang lalu setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras.

“Akibatnya, setengah badan jalan ambles sepanjang 10 meter dengan lebar lima meter,” kata Endang kepada Radar Sukabumi, Minggu (4/10).

Karena belum juga diperbaiki, sambung Endang, masyarakat dan para pengguna jalan merasa was-was dan harus ekstra hati-hati. Pasalnya, jalan yang merupakan satu-satunya akses warga menuju sentral publik tersebut dapat mengancam keselamatan.

“Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, warga disini berinisiatif berjaga di lokasi jalan ambles untuk mengatur arus lalu lintas. Iya, karena hampir setengah badan jalan terbawa amblas. Sehingga arus lalu lintas di jalur ini, harus buka tutup,” paparnya.

Saat ini, warga dan para pengguna lalu lintas merasa khawatir, jika tidak segera diperbaiki, jalan yang amblas ini dapat meluas dan memutuskan akses utama warga. “Saya melihat konstruksi tanah di sini juga sangat labil. Jadi apabila tidak segera dibangun tembok penahan tanah, maka besar kemungkinan jalan ini bisa putus,” timpalnya.

Apabila jalan ini, tidak segera diperbaiki dapat mengancam keselamatan pengendara lalu lintas. Terlebih lagi cuaca saat ini, berpotensi terhadap bencana alam. “Warga disini khawatir ada bencana susulan. Apalagi, sekarang sering hujan,” bebernya.

Sementara itu, seorang warga Kampung Bongas, Desa Gegerbitung, Kecamatan Gegerbitung, Asep Ridho (38) berharap kepada pemeritah terkait dapat segera membangun tembok penahan tanah dan memperbaiki jalan yang amblas tersebut.

Sebab, jalan yang menghubungkan dua kecamatan ini merupakan akses utama warga menuju tempat publik. Seperti pasar, sekolah, pelayanan kesehatan dan lainnya.

“Kondisi ini berdampak terhadap laju pertumbuhan perekonomian warga. Untuk itu, saya berharap dinas terkait dapat memperbaiki jalan ini, agar tidak terancam putus,” pungkasnya. (den/d)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *