“Desa Buni Asih ini merupakan sentral produksi gula aren. Warga di sini kesulitan memasarkan gula aren ke kota. Selain itu, hasil cocok tanam para petani juga banyak terbengkalai, lantaran akses jalannya seperti ini,” imbuhnya.
Warga Desa Buni Asih menilai pemerintah daerah tidak adil dalam proses pembangunan. Sebab, dari sekian banyak desa yang ada di Kecamatan Tegalbuleud, hanya Desa Buni Asih yang jalannya tidak layak pakai.
“Warga di sini sudah bertahun-tahun menikmati jalan berlumpur seperti ini. Untuk itu, ia meminta ada perhatian dari pemerintah soal keluhan masyarakat yang benar-benar butuh akses jalan yang lebih baik untuk menunjang ekonomi dan mobilitas warga,” pungkasnya.
(cr13/d)





