Pemerintah desa tidak tinggal diam. Berbagai langkah agronomis dilakukan untuk menyelamatkan sisa tanaman, antara lain penyemprotan fungisida berkala, sanitasi lahan, sortir manual buah yang terinfeksi, serta pengocoran nutrisi tambahan melalui akar.
“Intinya kita lakukan pembersihan pada bercak hitam. Buah yang sakit dibuang agar tidak menular. Kami terus berupaya agar program ketahanan pangan tetap berjalan meski dihantam faktor cuaca,” pungkas Dadan.(den/d)




