JAMPANGTENGAH — Ratusan hektare lahan pertanian padi di Kedusunan Mekarsari dan Kedusunan Pasrakanlima, Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar, terancam gagal panen.
Bagaimana tidak, saluran irigasi Cibodas tepatnya di Kampung Tanjakanlengka, Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar, jebol setelah tergerus bencana longsor pada beberapa waktu lalu.
Kepala Dusun (Kadus) Mekarsari, Dian mengatakan, bencana longsor yang terjadi pada Selasa (25/8) malam itu menyebabkan saluran irigasi Cibodas jebol sepanjang 10 meter dengan ketinggian delapan meter dan lebar dua meter.
“Akibatnya jebol irigasi ini, lahan pertanian padi di Kedusunan Parakanlima dan Kedusunan Mekarsari, terancam gagal panen. Sebab, air tidak dapat didistribusikan sampai ke sawah warga,” jelas Dian kepada Radar Sukabumi, Jumat (21/8).
Berdasarkan peninjau di lapangan, sambung Dian, sedikitnya 200 hektare lahan pertanian padi di dua kedusunan tersebut, akan terkena dampaknya dari jebolnya irigasi tersebut.
“Saat ini, sedang memasuki musim tanam. Bila, tidak segera diperbaiki, kami yakin lahan seluas 200 hektare itu, tidak bisa digunakan sebagaimana mestinya. Iya, mau ditanami padi bagiamana, airnya tidak akan sampai ke sawah warga,” bebernya.
Menurut Dian, bencana longsor yang menyebabkan saluran irigasi Cibodas itu, rusak telah terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras. Terlebih lagi, hampir sepanjang saluran irigasit tersebut tidak dilakukan perawatan oleh pemerintah.






