“Saluran irigasi ini, milik pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi. Iya, seharusnya ada perawatan rutin agar irigasi ini tetap terjaga dan tidak rusak seperti ini,” paparnya.
Pihaknya mengaku, setelah mengetahui kejadian tersebut dirinya langsung melaporkan kondisi rusaknya irigasi tersebut kepada pemerintah Desa Parakanlima dan pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi. Namun, hingga saat ini belum ada tanggapan yang jelas.
“Kita sudah melaporkan kepada pemerintah mengenai jebolnya irigasi ini. Iya, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini pemerintah dapat segera membangun atau memperbaiki kembali saluran irigasi yang rusak itu,” tandasnya.
Salah seorang warga Kampung Tanjakanlengka, RT (4/4) Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar, Munajat (55) mengatakan, saluran irigasi Cibodas merupakan satu-satunya akses air untuk lahan pertanian padi di dua kedusunan yang ada di wilayah Desa Parakanlima.
“Sekarang para petani mengeluhkan kondisi saluran irigasi yang jebol itu. Akibat rusaknya saluran irigasi, telah berdampak pada lahan pesawahan warga menjadi tidak maksimal. Bahkan, terdapat beberapa lahan yang kondisinya retak-retak. Padahal ini baru beberapa hari saja,” katanya.
Untuk itu, ia bersama warga lainnya berharap ada solusi yang baik dari pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi dalam menyelesaikan persoalan sawah petani di Kedusunan Parakanlima dan Kedusunan Mekarsari, Desa Parakanlima itu.
“Sawah petani tidak dapat dimanfaatkan menjadi sumber ekonomi warga dalam meningkatkan kesejahteraannya. Sebab, saluran irigasinya rusak diterjang bencana longsor,” pungkasnya. (den/d)






