Herlan mengaku tidak mebebankan biaya masuk bagi pengunjung pada awalnya, namun di tengah perjalanan bekerjasama dengan salah satu perusahaan botol minuman. Sehingga pengunjung hanya membeli minuman kemasan saja Rp3 ribu untuk orang dewasa, sedangkan untuk anak-anak gratis.
“Satu botol minuman Rp3 ribu itu di bawah harga pasar. Ini juga untuk merubah mindset, bahwa berwisata itu tidak mahal. Kami juga membatasi pengunjung karena masih di masa pandemi, termasuk menjalankan protokol kesehatan,” jelasnya.
Kedepan ia bersama forum jemaah masjid akan mengembangkan objek wisata di sini, bahkan menyediakan oleh-oleh khas Kampung Parahu. Seperti baso, abon dan lainnya.
“Kami akan terus berinovasi, cuma karena di masa pandemi jadi ala kadarnya dulu. Kedepan juga kami akan adakan objek wisata keliling pantai berkolaborasi dengan para nelayan di sini. Jadi nanti kita akan ada wisata keliling laut menggunakan perahu nelayan dengan tarif yang tentunya tidak menguras kantong pengunjung,” tandasnya.(cr1/d)






