KABUPATEN SUKABUMI

Hiswana Migas Berbagi

×

Hiswana Migas Berbagi

Sebarkan artikel ini

“Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat dan dapat meringankan beban saudara-saudara kita. Meskipun sederhana, semoga saja dapat membantu untuk keperluan sehari-harinya,” singkatnya.

Sementara itu, Kades Bantarkalong, Syahrial Hasan mengaku, bantuan yang diberikan kepada warga terdampak bencana ini sangat membantu dalam menunjang kebutuhan sehari-hari warga. Ia pun menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu meringankan beban para warga terdampak pergerakan tanah.

Bank bjb Tandamata

“Tentu saja, bantuan ini sangat membantu warga untuk kebutuhan sehari-hari. Saya atas anam warga sampaikan ucapan terimakasih atas bantuan ini,” pungasknya singkat.

Untuk diketahui, sampai saat ini, 24 warga Kampung Pasir Jambu dan Kampung Pasir Gerong, Desa Bantarkalong, Kecamatan Warungkiara masih menghuni tempat pengungsian. Mereka belum berani kembali ke rumahnya masing-masing karena pergerakan tanah sampai saat ini masih terjadi.

Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, jumlah kepala keluarga yang terdampak bencana pergerakan tanah ini sebanyak 60 KK dengan 236 jiwa. Akibat dari pergerakan tanah pada beberapa pekan lalu itu, rumah yang mengalami rusak ringan berjumlah 38 rumah, rusak berat 6 rumah, rusak sedang 7 dan hanya terdampak 10 rumah.

Pasca terjadi pergerakan tanah, sejumlah bantuan sudah mulai didapatkan oleh warga. Kendati begitu, masih ada beberapa hal yang dibutuhkan warga di tempat pengungsian.

Ketua RT 8/1, Kampung Pasir Gerong, Saepul Alam (27) mengatakan, ia dan juga warga lainnya memilih bertahan lantaran pergerakan tanah masih berlangsung sampai saat ini.

Ia khawatir, jika memaksakan mengisi rumah, akan terjadi peristiwa yang tidak diinginkan. “Kami sebetulnya ingin dipindahkan, soalnya tanah masih terus bergerak. Kami takut bila memaksakan diri terjadi hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (cr13/d)