KABUPATEN SUKABUMI

Hilang 30 Tahun, Ternyata Ada di Thailand

×

Hilang 30 Tahun, Ternyata Ada di Thailand

Sebarkan artikel ini

“Saya merasa terharu saat beliau bercerita tentang awal kepergianya dari Indonesia ke Malaysia untuk bekerja. Karena faktor pendatang, Pak Hafid pun sulit diterima bekerja. Bahkan, ia sering di bohongi oleh majikanya saat bekerja di perkebunan karet Malaysia,” ujarnya.

Tak sampai di situ, karena kerja tidak menentu dan kerap kali berpindah-pindah dan tanpa adanya tempat tinggal, ia pun terkena musibah saat tas miliknya hilang dicuri yang berisi uang dan dokumen penting. Seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), passport, akta lahir juga hilang. Sehingga, sulit membuat laporan pada kedutaan, karena tidak memiliki uang.

Bank bjb Tandamata

Terlebih lagi, ia sama sekali tidak memiliki kenalan di negeri tersebut. “Dari sini saya tak bisa lagi menahan air mata. Beliau tidak menjelaskan secara rinci bagaimana dia bertahan hidup. Tapi yang jelas, beliau berkata setelah tas itu hilang, telah berjalan terus mengikuti pesisir laut hingga akhirnya sampai di Negeri Thailand,” ujarnya.

Setelah itu, ia bersama teman-temannya merasa terharu dan berniat membantu mencarikan keluarganya yang ada di Sukabumi. Terlebih lagi, ketika ia bersama teman-temannya menanyakan tentang keluarganya yang ada di Sukabumi, tampak diraut wajahnya merasa sangat sedih dan terlihat pasrah.

“Saya tidak tahu secara pasti aktivitas Pak Hafid ini sehari-harinya seperti apa di Thailand. Saat itu, ia ngobrol dengan saya menggunakan bahasa Thailand dan melayu. Ia bilang kepada kami ingin pulang ke kampung halamannya dan bertemu dengan keluarganya. Namun, ia terkendala dari keunagan untuk mengrus pasport,” katanya.

Terpisah, Kepala Desa Bojongtipar, Kecamatan Jampangtengah, Heri Husen mengatakan, pemerintah desa baru kali ini mendapatkan informasi terkait warganya yang tinggal sudah puluhan tahun di negeri Thailand.