Hati-hati Liburan di Pantai Sukabumi, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi

Satpolairud Polres Sukabumi
PATROLI LAUT: Personel Satpolairud Polres Sukabumi melakukan patroli di sekitar pantai Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

SUKABUMI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi. Satu di antaranya Samudera Hindia Sekatan Sukabumi dengan peluang ketinggian gelombang 2,5 hingga 4 meter.

BMKG juga mengimbau kepada wisatawan agar memperhatikan peringatan tersebut. Sebab sebentar lagi akan memasuki libur panjang akhir pekan.

Bacaan Lainnya

“Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar selalu waspada,” tulis BMKG.

Peringatan dini tersebut terhitung mulai Rabu, 13 April hingga Kamis, 14 April 2022 mulai pukul 07:00 WIB.

Menyikapi itu, Satpolairud Polres Sukabumi melakukan beberapa upaya untuk mengantisipasi hal tersebut. Kasatpolairud Polres Sukabumi AKP Tenda Sukendar mengatakan dengan adanya informasi peringatan dini potensi gelombang tinggi, tentunya akan mengambil langkah-langkah yang tidak lepas dari tiga aspek.

“Yakni fungsi Pre-emtif, Preventif, dan Represif. Pre-emtif yakni dengan mengimbau kepada masyarakat terutama yang berada di pesisir pantai agar tetap waspada,” ujar Tenda kepada Radar Sukabumi, Rabu (13/4).

Apalagi Satpolairud Polres Sukabumi ini, tambah dia, mempunyai daerah wilayah, mulai dari Tegalbuled sampai Cibareno kurang lebih 1.17 kilometer, kurang lebih 23 titik pantai.

“Otomatis kami memberikan imbauan secara masif dan dengan memasang banner imbauan, memberikan woro-woro, penyuluhan dan patroli pantai,” ungkapnya.

Lanjut Tenda, kemudian dengan tindakan prefentif dengan cara mencegah secara langsung terhadap kondisi-kondisi yang secara nyata di lapangan.

“Kami lakukan patroli dan penyuluhan dengan berjalan kaki, menggunakan kendaraan, patroli kuda pinggir pantai. Selain itu bekerjasama dengan mitra kita yaitu Balawista, Basarnaz, relawan dan lainnya,” jelasnya.

Refresifnya menanggulangi kecelakaan laut atau mengantisipasi potensi terjadinya gelombang tinggi dengan cepat di Kabupaten Sukabumi sebagaimana informasi dari BMKG.

Adapun kondisi gelombang saat ini menurutnya masih terbilang normal.

“Hasil pemantauan anggota dan patroli gelombang masih normal, tetapi kami juga mengimbau kepada masyarakat terutama nelayan agar tetap waspada.

Apabila cuaca buruk dan potensi gelombang tinggi jangan memaksakan untuk melaut serta tetap lengkapi dengan perlengkapan keamanan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kemitraan dan Kerjasama Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten
Sukabumi, Rizky Faizal menambahkan, menanggapi informasi BMKG tersebut, personel lifeguard tetap bersiaga di setiap pos pantau.

“Ada peringatan dini atau tidak, lifeguard Balawista tetap siap siaga di setiap pos pengawasan pantai. Selain itu, memberikan imbauan juga kepada masyarakat terutama yang berada di pesisir pantai agar tetap waspada dan siaga,” singkatnya (ris/t

Pos terkait