Sementara itu, seorang warga Kampung Panyindangan, Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah, Tatat Nurhayati (50) menjelaskan, dirinya merasa lega dengan harga beras yang saat ini mengalami penurunan.
“Alhamdulillah, saat ini harga beras dipasaran sudah mengalami penurunan. Biasanya, saat harga beras naik, saya suka membeli beras dengan kualitasnya jelek. Tetapi, saat ini saya membeli beras kualiras super lantaran harganya terjangkau,” pungkasnya. (cr13)
Dihubungi secara terpisah, Kepala Seksi Distribusi dan Tertib Niaga Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM) Kabupaten Sukabumi, Iwan Wirawan mengatakan, turunnya harga beras di pasaran ini dampak dari adanya panen raya di wilayah Kabupaten Sukabumi. Selain itu, beras impor dari Vietnam juga telah mempengaruhi terhadap penurunan harga beras saat ini.
“Sehingga harga beras mengalami penurunan dan harganya saat ini telah sesuai dengan aturan Menteri Perdagangan nomor 57 tahun 2017 tentang Harga Eceran Tertinggi,” jelas Iwan.
Ia menambahkan, harga beras yang sesuai dengan aturan Menteri Perdagangan tersebut terdiri dari dua jenis beras. Yakni, beras jenis premium yang saat ini harganya sebesar Rp12.500 per kilogram dan beras jenis medium dengan harga Rp9.500 per kilogram.
“Memang dibulan sebelumnya, harga beras ini mengalami kenaikan. Tidak sedikit para ibu rumah tangga mempersoalkan harga beras tersebut,” singkatnya.
(cr13/d)





