KABUPATEN SUKABUMI

Hadapi Kemarau, P2BK Gegerbitung Sukabumi Waspadai Krisis Air Bersih di Area Perbukitan

×

Hadapi Kemarau, P2BK Gegerbitung Sukabumi Waspadai Krisis Air Bersih di Area Perbukitan

Sebarkan artikel ini
P2BK Gegerbitung Sukabumi
Petugas P2BK Gegerbitung, Ofieq saat koordinasi bersama petugas gabungan dan tokoh masyarakat

SUKABUMI – Dalam menghadapi potensi bahaya kekeringan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi melalui Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Gegerbitung, terus melakukan sosiailiasi dan edukasi kepada warga Kecamatan Gegerbitung.

Petugas P2BK Gegerbitung, Ofieq kepada Radar Sukabumi mengatakan, wilayah Kecamatan Gegerbitung merupakan salah satu daerah di wilayah Kabupaten Sukabumi yang lokasinya berada di area perbukitan. Sehingga, saat memasuki musim kemarau tak sedikit masyarakat yang tinggal di kawasan perbukitan yang mengalami krisis air bersih.

Bank bjb Tandamata

“Untuk itu, kami meminta kepada seluruh warga Kecamatan Gegerbitung untuk bersikap bijak dan berhemat dalam menggunakan air saat musim kemarau, baik itu air tanah maupun air permukaan,” kata Ofieq kepada Radar Sukabumi pada Jumat (16/06).

Lebih lanjut ia menjelaskan, kekeringan merupakan ketersediaan air yang jauh di bawah kebutuhan air untuk kebutuhan hidup, pertanian, kegiatan ekonomi dan lingkungan.

Sementara, yang dimaksud kekeringan di bidang pertanian adalah kekeringan yang terjadi di lahan pertanian yang ada tanaman padi, jagung, kedelai dan lain-lain yang sedang dibudidayakan.

“Sebab itu, kami menyarankan kepada warga maupun tokoh masyarakat dan pemerintah desa yang ada di wilayah Kecamatan Gegerbitung, untuk membuat penampungan air hujan untuk digunakan saat musim kemarau,” timpalnya.

Masih kata Ofieq, di wilayah Kecamatan Gegerbitung ini, memiliki tujuh desa. Yakni, Desa Buniwangi, Caringin, Ciengang, Cijurey, Gegerbitung, Karangjaya dan Desa Sukamanah.

Dari semua desa yang ada di wilayah kecamatan tersebut, mayoritas yang kerap mengalami kekeringan atau krisis air baik untuk mandi dan minum maupun untuk air lahan pertanian saat musim kemarau itu, berada di empat desa.

Yaitu, Desa Cijurey tepatnya di Kampung Rancabungur dan Kampung Pasir Kuda, Desa Caringin di Kampung Tegal Serah dan Kampung Kawung Luwuk.

Sementara dua desa lainnya berada di wilayah Desa Gegerbitung di Kampung Rancagoong dan Kampung Cangklek serta Desa Karangjaya di Kampung Rancabungur, Cibarengkok dan Kampung Ciranca.

“Makanya, untuk mengansipasi dampak besar kekeringan itu, kami juga menyarankan agar masyarakat melakukan pengelohan air limbah rumah tangga yang masih dapat digunakan kembali atau grey water. Seperti air cucian dapur dan baju, serta kamar mandi,” tandasnya.

Bukan hanya itu, ia juga sering kali menyampaikan kepada masyarakat Kecamatan Gegerbitung, untuk menjaga kepadatan pepohonan di lingkungan sekitar agar mengurangi penguapan udara yang menyebabkan udara panas yang dikhawatirkan dapat memicu kejadian kebakaran lahan.

“Iya, seharusnya masyarakat itu bisa berpartisipasi dalam pemantauan dan pengendalian karhutla di kawasan, seperti dibentuknya Masyarakat Peduli Api (MPA),” pungkasnya. (Den)